Ma'ruf: Bangsa Harus Bisa Mengendalikan Diri, Apalagi Usai Pemilu
·waktu baca 1 menit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang bisa mengendalikan nafsu dan menguasai diri.
"Dan yang paling sulit itu menghentikan makan dan minum. Orang ini, kan, semua untuk makan, kerja untuk makan, apa pun untuk makan," kata Ma'ruf saat memberikan tausiyah dalam acara buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/3).
Ia menyebut, jam makan siang dipindah menjadi sahur supaya umat belajar mengendalikan diri.
"Nah, saya kira mudah-mudahan kita semua sebagai bangsa bisa mengendalikan diri Apalagi abis pemilu ini. Kalau enggak bisa mengendalikan diri nah ini bisa mengganggu," ungkapnya.
Ma'ruf berharap, semua pihak dapat mengambil hikmah puasa. Sebab, hikmah puasa banyak sekali.
"Karena itu puasa itu kalau tidak berdampak itu kuasanya tidak punya nilai. Itulah yang dikatakan oleh nabi (bahwa) banyak orang puasa puasanya tidak dapet apa-apa, tidak dapat pahala, tidak dapat dampak. Kecuali hanya dapat lapar dan haus aja," tuturnya.
"Mudah-mudahan di bulan Ramadan kita bisa melakukan upaya-upaya perbaikan dan kita menjadi hamba Allah yang menjalankan syariahnya, dengan sesuai petunjuk Al-Quran dan insyaallah kita semua menjadi ahli surga," pungkasnya.
