Ma'ruf: COVID-19 Merupakan Pengalaman Baru, Pemerintah Gamang Menanganinya

kumparanNEWSverified-green

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Ma'ruf Amin usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut pandemi virus corona atau COVID-19 berdampak luas terhadap seluruh aspek kehidupan. Ia tak menampik pemerintah menjadi gamang dalam mengatasinya karena pandemi virus corona ini adalah pengalaman yang baru.

"Pandemi COVID-19 dan segala dampaknya merupakan pengalaman baru bagi kita semua, sehingga pemerintah jadi gamang dalam mengambil keputusan untuk menanggulanginya," jelas Ma'ruf Amin dalam memberi sambutan secara virtual di acara Simposium Ekonomi Islam, Sabtu (9/5).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Ma'ruf menegaskan, seluruh negara, tidak hanya Indonesia saja yang tengah dihadapkan pada krisis ini. Seluruh negara, kata Ma'ruf, tengah fokus dalam upaya menanggulangi virus corona.

"Saat ini COVID-19 jadi pandemi global yang menyerang hampir semua negara di dunia. Dampak yang ditimbulkan sangat luas dan multidimensi, sehingga memaksa semua negara menetapkan kebijakan khusus untuk menanggulanginya," kata Ma'ruf.

collection embed figure

Menurutnya, perekonomian menjadi aspek yang paling terdampak cukup parah akibat pandemi ini. Ia mengatakan, perekonomian dunia saat ini terpuruk dan banyak negara yang mencoba bertahan di tengah perlambatan ekonomi.

"Di antara dampak yang terimbas cukup dalam adalah ekonomi. Hampir semua negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan. Bahkan ada beberapa negara yang ekonominya terdampak sangat serius sehingga membutuhkan bantuan dari negara lain," terangnya.

Staf medis menggunakan alat pelindung diri (APD) mempersiapkan ruang isolasi khusus untuk pasien corona di Ciputra Hospital Citra Garden City, Jakarta. Foto: Dok. Ciputra

Oleh karena itu, menurut Ma'ruf, dunia membutuhkan gagasan baru dalam melawan virus corona. Peran Islam, kata dia, sangat dibutuhkan dalam memberi petunjuk pengambilan kebijakan demi kepentingan umat manusia.

"Saya yakin (Islam) dapat memberikan solusi dan sumbangan, pemikiran untuk mengatasi pandemi COVID-19 beserta seluruh dampaknya. Saya yakin karena fikih Islam dimaksudkan untuk memberikan kemaslahatan bagi umat seluruh dunia," pungkasnya.

Infografik kebijakan Jokowi soal corona. Foto: Nadia Wijaya/kumparan

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

--------------------------------

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.