Ma'ruf: Jika Sudah Paham Al-Quran dengan Benar, Tidak Ada Lagi Ujaran Kebencian
·waktu baca 3 menit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak seluruh umat Islam di Indonesia agar tidak hanya memahami tetapi mengamalkan seluruh isi dan ajaran Al-Quran.
Menurut Ma'ruf, Al-Quran sudah menjelaskan tentang ibadah dan tata pergaulan antar manusia melalui sikap yang terpuji.
Jika sudah dipahami secara mendalam, ia percaya tak akan ada lagi ujaran kebencian yang muncul. Apalagi yang membawa nama kitab suci Al-Quran.
"Jika sudah memahami Al-Quran dengan benar dan konsisten mengamalkannya, maka tidak ada lagi praktik adu domba, memproduksi dan menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, maupun praktik tidak baik lainnya, karena hal tersebut dilarang oleh Al-Quran," kata Ma'ruf saat membuka Pekan Tilawatil Qur'an (PTQ) Ke-52 Tingkat Nasional di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Rabu (13/4).
"Al-Quran jangan hanya menjadi jargon yang kehilangan makna. Oleh karena itu, umat Islam harus memahami isi Al-Quran secara utuh," tambah dia.
Eks Ketua Umum MUI itu mengatakan, para generasi pecinta Al-Quran harus bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan masyarakat. Termasuk soal urusan menjaga persaudaraan dan persatuan.
"Generasi para pecinta Al-Quran harus dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan menghadirkan teladan yang baik, uswah hasanah bagi masyarakat, sesuai dengan pesan-pesan luhur Al-Quran, termasuk menjaga persaudaraan dan persatuan. Karena persaudaraan dan persatuan itu akan membawa kemaslahatan bagi kehidupan bangsa," ucap Ma'ruf.
Tak hanya soal hidup dengan sesama, dari sisi ilmu pengetahuan, Al-Quran juga memiliki tuntunan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, salah satunya ilmu ekonomi.
"Al-Quran juga mengandung ajaran tentang prinsip-prinsip ekonomi, antara lain nilai-nilai kejujuran, pemerataan, keadilan, larangan berbuat zalim, ribawi, mengambil hak orang lain secara tidak sah, dan lain-lain," kata Ma'ruf.
Ma'ruf berpesan, agar kegiatan PTQ RRI ke-52 Tahun 2022 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh umat muslim. Khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai dalam Al-Quran.
"Saya berharap acara ini dapat menjadi media yang menyuburkan syiar Islam yang penuh kedamaian dan tidak membeda-bedakan," pungkasnya.
Hadir dalam acara itu Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar; Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Aceh; Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar; Pj. Bupati Bener Meriah Islah; Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Syamsul Bahri; Direktur Kerja Sama Kepersertaan BP Tapera Syafi’i Toha; Ketua dan Anggota Dewan Pengawas LPP RRI; Dewan Direksi LPP RRI; segenap Anggota FORKOPIMDA Provinsi Aceh; serta Dewan Hakim, Panitera Peserta, Pendamping, Panitia PTQ LPP RRI Tingkat Nasional Ke-52.
Sementara Ma'ruf didampingi Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Muhammad Imam Aziz, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim, dan Tim Ahli Wapres Farhat Brachma.
