Ma'ruf Minta Partai Instruksikan Kader Kampanye Beradab, Termasuk di Medsos

13 Maret 2023 12:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Dialog Kebangsaan bersama KPU, BNPT, dan partai politik, Senin (13/3/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Dialog Kebangsaan bersama KPU, BNPT, dan partai politik, Senin (13/3/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar polarisasi masyarakat yang terjadi di Pemilu 2019 tidak terjadi lagi di Pemilu 2024. Ia mengatakan, polarisasi terjadi karena pendukung masing-masing capres saling menjatuhkan dengan isu politik identitas.
ADVERTISEMENT
"Alih-alih adu gagasan mengenai konsep berbangsa, dan program untuk mengatasi tantangan strategis di tingkat lokal dan global [malah adu isu politik identitas]," kata Ma'ruf dalam Dialog Kebangsaan bersama KPU, BNPT, Bawaslu, dan Partai Politik di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Senin (13/3).
Untuk itu, Ma'ruf meminta agar parpol peserta Pemilu 2024 menginstruksikan kader dan simpatisannya menggunakan cara kampanye yang beradab.
"Partai politik peserta pemilu agar memberikan instruksi kepada kader dan simpatisannya untuk menggunakan cara-cara kampanye yang santun dan beradab. Kita tunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang adil dan beradab, sesuai sila ke-dua Pancasila," ungkap Ma'ruf.
Ia meminta parpol peserta pemilu mengkampanyekan keunggulan program yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
ADVERTISEMENT
"Jangan gunakan instrumen apa pun yang berpotensi apalagi mampu menjadikan bangunan persaudaraan kita retak," tuturnya.
Kemudian, ia meminta KPU, Bawaslu, BIN, Polri, hingga lembaga terkait untuk mengawal Pemilu 2024 sehingga berjalan aman, tertib, dan terhindar dari praktik kecurangan.
Ma'ruf juga meminta BNPT mewaspadai pihak-pihak yang memanfaatkan pemilu untuk mendelegetimasi pemerintah dengan mengadu domba rakyat menggunakan isu-isu SARA, apalagi tindakan kekerasan dan terorisme.
"Sebagai penutup, saya ingin mengajak kita semua untuk menjaga Pemilu 2024 agar berjalan kondusif, sehingga terpilih pemimpin-pemimpin bangsa yang terbaik, yang akan mengabdikan waktu, tenaga dan pikirannya demi rakyat Indonesia," pungkasnya.