Ma'ruf Puji Pembangunan 1.951 Hunian Korban Erupsi Semeru Selesai Tepat Waktu

Wapres Ma'ruf Amin mengapresiasi kinerja dari seluruh kementerian dan lembaga dalam akselerasi pembangunan hunian tetap bagi para pengungsi korban erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Menurutnya, saat ini para pengungsi sudah mempunyai tempat tinggal yang layak.
"Alhamdulillah kalau begitu kita bersyukur ya, Kepala BNPB dan semua berusaha keras sehingga bisa terlaksana [penyediaan] tempat yang bersih," kata Ma'ruf saat mengunjungi lokasi hunian tetap dan hunian sementara bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru, di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Kamis (2/6).
"Yang belum, sudah ada rumah. Huntapnya sudah jadi tinggal yang huntaranya, supaya lengkap," lanjut dia.
Sementara Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, 1.951 unit huntap sudah terbangun seluruhnya.
"Huntap 1.951 unit seluruhnya sudah 100 persen terbangun per-hari ini. Unitnya sudah selesai. Penempatan lahan telah mendapat rekomendasi dari Badan Geologi, BNPB dan BMKG, menjadi smart village," kata Iwan.
"Menggunakan teknologi riset rumah tahan gempa," lanjut dia.
Iwan memastikan pembangunan akan dilanjutkan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar juntap.
"Sekarang fokus menjadikan infrastrukturnya. Berikutnya kami fokus konsep pemberdayaan ekonominya," kata dia.
Ma'ruf dalam kunjungan itu turut memberikan bantuan dari Kementerian Sosial untuk para pengungsi Semeru.
Kategori bantuan yang diberikan di antaranya bantuan sembako untuk sebanyak 130 paket, bantuan sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) sebanyak 50 paket, serta atensi kewirausahaan bagi lansia produktif sebanyak 10 paket.
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada 4 Desember 2021. Pemerintah bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait untuk melakukan upaya relokasi pemukiman bagi penduduk terdampak bencana.
Berdasarkan data Kementerian PUPR pada Mei 2022, dari rencana target 1.951 unit huntap, saat ini sudah terbangun semua huniannya.
Sementara huntara yang dibangun oleh 81 NGO dari rencana target 1.951 unit, sudah terbangun 878 unit dengan rincian kategori selesai sebanyak 437 unit, dalam proses penyelesaian sebanyak 441 unit, dan sudah dihuni sebanyak 130 unit.
Proses penyelesaian huntara akan dilanjutkan oleh BNPB dan Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Pemerintah juga terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dan organisasi filantropi untuk mengisi program-program lanjutan, baik di fase transisi maupun di masa pemulihan.
