Ma'ruf Sebut Konflik Internal PBNU Selesai Lewat Islah Lirboyo: Tinggal Muktamar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden ke-13 Maruf Amin (kanan) hadir untuk bersilahturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden ke-13 Maruf Amin (kanan) hadir untuk bersilahturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Wakil Presiden ke-13 sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'ruf Amin, menegaskan konflik internal di tubuh PBNU telah selesai setelah tercapainya islah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Desember 2025.

Menurut Ma'ruf, persoalan yang sempat terjadi di internal PBNU telah diselesaikan secara organisatoris. Selanjutnya, mekanisme organisasi akan berlanjut melalui Muktamar.

“Kalau pergesekan terjadi kemarin kan sudah selesai kita islahkan di Lirboyo. Sudah islah kita anggap selesai, walaupun di dalamnya masih belum, tetapi secara organisatoris kelembagaan selesai ya kan. Sudah sama-sama menerima dan masing-masing tetap dalam posisinya Rais Aam pada posisi Rais Aam, ketua umum masih ada secara kelembagaan ya bahwa di dalamnya masih. Itu soal lainlah, jadi saya anggap itu selesai,” kata Ma'ruf kepada wartawan, Kamis (6/8).

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar bertemu ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri pertemuan kiai Nu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada Kamis (25/12/2025). Foto: Dok. Istimewa

Ma'ruf mengatakan, jika masih terdapat perbedaan pandangan secara personal, hal tersebut tidak lagi berkaitan dengan penyelesaian organisasi.

Menurutnya, penyelesaian berikutnya akan berlangsung secara normal melalui Muktamar sebagai forum tertinggi di Nahdlatul Ulama.

“Oleh karena itu penyelesaian nanti ke muktamar itu sesuatu yang normal. Jadi suatu penyelesaian akhir itu biasanya apakah masih diterima apakah ketua umum masih dipilih atau tidak, Rais Aam masih dipilih atau tidak, itu Muktamar nanti,” tutur Ma'ruf.

Ilustrasi Gedung PBNU. Foto: Zamachsyari/kumparan

Minta Semua Pihak Jaga Kesepakatan Nasional

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kehidupan bernegara sesuai kesepakatan nasional dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme yang berlaku.

“Harapan saya negara ini tetap kita itu harus dalam koridor kesepakatan nasional. Kita kan sudah punya kesepakatan ya untuk bersama-sama membangun negara ini. Nah kalau ada sesuatu itu ya harus dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan aturan kalau memang ada yang salah ya dibetulkan. Jadi bukan kemudian terjadi kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu sebab kalau itu kita Indonesia ini tidak pernah maju,” ujar Ma'ruf.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar bertemu ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri pertemuan kiai Nu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada Kamis (25/12/2025). Foto: Dok. Istimewa

“Nah, yang kedua yang saya concern itu bahwa kalau kita ingin makmur itu ya pasal 33 itu harus ditegakkan ya, bahwa semua kekayaan negara ini untuk sebesar-besar kemakmuran dan semua kebijakan harus berpegang pada itu ya. Sehingga semua harus komitmen ya, semua harus bisa menerima, jangan hanya kepentingan pribadinya. kepentingan kelompoknya, kepentingan politiknya."

"Nah, ini semua harus menata ulang kesepakatan-kesepakatan ini kita kembali pada kesepakatan sebagai bangsa itu. Nah kalau saya berharap begitu sehingga negara ini dari hari ke hari itu terus mengalami perbaikan-perbaikan menuju cita-cita proklamasi 17 Agustus 45,” lanjutnya.

Komunikasi dengan Prabowo

Ma'ruf tidak mengetahui adanya komunikasi antara pimpinan PBNU dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Perkara beliau-beliau ketemu Presiden, saya tidak tahu saya tidak diberi tahu. Karena saya tidak diberi tahu ya saya tidak tahu,” pungkasnya.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar bertemu ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri pertemuan kiai Nu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada Kamis (25/12/2025). Foto: Dok. Istimewa

Islah PBNU Dicapai di Lirboyo

Sebelumnya, dinamika di internal PBNU memasuki babak baru setelah tercapai islah antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Islah diprakarsai para masyayikh dan mustasyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025).

Dalam siaran pers yang diterima kumparan, kedua pimpinan PBNU bertemu dalam satu forum dan menyepakati penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama sebagai jalan penyelesaian konflik.

“Alhamdulillah, hari ini kita semua menjadi saksi sebuah peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam telah menyepakati bahwa solusi terbaik untuk jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf usai pertemuan, dalam siaran pers.

Sesepuh NU, badan otonom PBNU, Syuriah dan Tanfidziah PBNU, ketua pengurus wilayah dan pengurus cabang NU seluruh Indonesia menghadiri Musyawarah Kubro Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Musyawarah tersebut merupakan kelanjutan Musyawarah Kubro yang digelar beberapa hari sebelumnya di lokasi yang sama. Para masyayikh menilai sengketa di internal PBNU perlu diselesaikan melalui jalan islah dan Muktamar yang sah sesuai mekanisme organisasi.

Kesepakatan penyelenggaraan Muktamar bersama dicapai setelah melalui proses musyawarah dan negosiasi. Dengan kesepakatan itu, silaturahmi di Lirboyo menandai berakhirnya konflik internal PBNU.