Ma'ruf Tinjau Posyandu Kenanga, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Stunting

Wapres Ma'ruf Amin dan Wury Ma'ruf Amin meninjau Posyandu Kenanga di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. Keduanya melihat jalannya pelayanan kesehatan yang diberikan posyandu berjalan aktif sesuai tugas dan fungsinya, terutama dalam melakukan deteksi dini dan penanganan balita stunting.
Ma'ruf yang juga Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pusat sempat berdialog dengan orang tua yang membawa anaknya untuk mendapatkan vitamin A. Kebetulan, kunjungan Ma'ruf bertepatan dengan Bulan Timbang, Ukur, dan Pemberian Vitamin A di posyandu.
Kepada orang tua yang hadir, Ma'ruf meminta mereka berkomitmen bersama pemerintah menurunkan prevalensi stunting sesuai target yang telah ditentukan.
"Ini untuk kita punya target [penurunan prevalensi stunting] 2024 itu 14%. Tadi saya tanya Pak Gubernur di Kalimantan Selatan [prevalensinya] masih di atas 20 [persen]. Di kota sini 18-19%. Jadi berapa persen supaya jadi 14%? 5% di 2024. Siap?" tanya Ma'ruf di lokasi, Kamis (11/8).
"Siap!" jawab mereka.
"Ayo kita berjuang. Bismillah harus bisa, pasti bisa, semangat!" ujar Ma'ruf lagi.
Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan posyandu di Indonesia berperan sebagai sentra percepatan penanganan stunting. Sehingga Kemenkes diminta menyiapkan posyandu agar bisa melakukan pelayanan penanganan stunting yang maksimal.
“[Angka prevalensi] stunting kita masih 20% yang dalam waktu singkat ini, kita harus bisa menyelesaikan, karena keinginan kita nanti 2024 sudah tinggal 14%,” ungkapnya.
Ma'ruf pun meminta semua pihak berpartisipasi dalam program ini, khususnya dengan mengintegrasikan program dan anggaran. Tak hanya kementerian, lembaga, dan pemda, Ma'ruf juga mengajak pihak swasta ikut berpartisipasi.
“Ini semua harus dilakukan secara gotong royong, kerja sama, dan saling memperkuat. Pemerintah tidak mungkin melakukan penurunan stunting sendirian. Oleh karena itu, saya minta perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi keagamaan, media, dan sektor swasta melalui CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) untuk memberikan dukungan konkret dalam upaya percepatan penurunan stunting,” tegasnya.
