Maruli Bahas Pembangunan 22 Kodam Baru: Realisasinya Masih Cukup Panjang
·waktu baca 1 menit

KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan rencana pembangunan 22 Komando Daerah Militer (Kodam) baru menyusul pemekaran 4 provinsi di Papua dan pembangunan di IKN.
Maruli mengatakan, rencana itu masih jauh dari proses realisasi. Ia menjelaskan, rencana penambahan Kodam baru itu merupakan inisiatif Kementerian Pertahanan.
"Ya, kita mencoba mengkaji sampai sejauh mana kemungkinan memerlukan kodam. Tapi perjalanannya perlu lagi personelnya bertambah. Mampu enggak kita menggajinya, membuat fasilitas untuk gedungnya, kendaraannya, semuanya," ujar Maruli kepada wartawan di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/3).
Jenderal bintang 4 itu mengaku pembahasan yang telah beberapa kali berlangsung, namun perlu pembahasan lebih jauh.
"Cuma saya pikir realisasinya masih cukup panjang lah itu. Kita sekarang aja anggota kita di daerah timur ada yang cuma di bawah 70 persen. Jadi nanti kalau kita nambah lagi, bisa enggak beli apa-apa itu, ya untuk gaji orang doang. Tapi enggak apa-apa juga, lihat kebutuhan kita, itu," tutupnya.
Sebelumnya, TNI menyebut akan membangun kodam baru secara bertahap. Bila semua terbangun, jumlah kodam akan menjadi 37 kodam.
Saat ini, sudah ada 15 kodam yang beroperasi penuh. Dengan adanya pemekaran provinsi hingga pembangunan IKN, muncul kebutuhan untuk melengkapi sejumlah wilayah dengan penguatan kodam baru.
