Masa Tanggap Darurat Banjir Bandang Selesai, Sentani Mulai Berbenah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengamankan barang berharga dari rumahnya yang rusak akibat banjir bandang Sentani di Kampung Yoka, Jayapura, Papua, Selasa (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengamankan barang berharga dari rumahnya yang rusak akibat banjir bandang Sentani di Kampung Yoka, Jayapura, Papua, Selasa (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati

Masa tanggap darurat banjir bandang Sentani, Papua, dinyatakan selesai pada Jumat (29/3). Setelah ini, seluruh instansi terkait mulai berupaya memulihkan kondisi Sentani seperti sedia kala.

"Melalui rapat koordinasi dan melihat situasi kondisi yang ada maka disepakati tanggap darurat berakhir (29/3). Dilanjutkan dengan transisi darurat menuju ke pemulihan selama 3 bulan yaitu (30/3) hingga (27/6)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Sabtu (30/3).

Personil kepolisian bersiap memasukkan peti berisi jenazah korban banjir bandang Sentani yang dikuburkan secara massal di Pemakaman Umum Kampung Harapan Sentani, Jayapura, Papua. Foto: Antara/Gusti Tanati

Selama masa transisi darurat menuju pemulihan, hal-hal yang dilakukan di masa tanggap darurat dapat dilanjutkan kembali kecuali pencarian korban. Status transisi darurat ini hanya administrasi saja agar dalam penanganan bencana dimungkinkan kemudahan akses dalam penggunaan anggaran, pengerahan personel, logistik, peralatan dan lainnya.

Dampak banjir bandang Sentani tak hanya di Distrik Sentani, tetapi di lima distrik di Kabupaten Jayapura yaitu Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, Dan Distrik Depapre.

"Korban jiwa banjir bandang tercatat 112 orang meninggal dunia, 105 orang di Kabupaten Jayapura dan 7 orang di Kota Jayapura," tambah dia.

TIm SAR Gabungan mengangkat kontong korban banjir bandang Sentani yang ditemukan di sekitar perumahan Gajah Mada Sentani Jayapura, Papua, Selasa (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati

Dari 112 orang meninggal dunia, 77 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Inafis Polri, sedangkan 35 jenazah belum berhasil diidentifikasi. Kebanyakan korban yang belum diidentifikasi adalah pendatang dari luar Papua yang tidak melaporkan diri ke dinas kependudukan atau aparat setempat sebelumnya. Kemudian, dari 77 korban yang sudah teridentifikasi, 52 korban sudah diberikan santunan Rp 15 juta per korban kepada ahli warisnya.

Korban luka 961 orang yaitu 153 orang luka berat dan 808 orang luka ringan. Korban hilang tercatat 17 orang. Setelah dilakukan pendataan, banyak korban dilaporkan hilang berhasil ditemukan di tempat pengungsian. Atau telah kembali ke keluarganya tetapi tidak melaporkan ke posko.

Seorang anak pengungsi banjir bandang Sentani merapikan perabotan ke dalam tenda darurat yang mereka dirikan di Bukit Harapan, Sentani, Jaya Pura, Papua, Rabu (20/3/2019). Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru

"Pengungsi terus berkurang. Saat ini ada 4.763 jiwa atau 963 KK mengungsi di 21 titik pengungsian. Pengungsi ini adalah pengungsi dari banjir bandang dan luapan Danau Sentani. Pengungsi akibat banjir bandang sudah banyak yang pulang. Sedangkan pengungsi akibat meluapnya Danau Sentani sebanyak 2.854 jiwa atau 759 KK yang ditempatkan di Pos Lapangan Jembatan Kuning," jelas dia.

Suasana pengungsian di Pos Induk Banjir Bandang Sentani di Gunung Tanah Merah, Jayapura, Papua, Kamis (21/3/2019). Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Penanganan darurat masih terus dilakukan. Sebanyak 7.321 personel gabungan masih bekerja di lapangan. Dengan berakhirnya masa tanggap darurat maka sebagian personel akan kembali ke daerahnya. Antisipasi berkurangnya personel ini telah disiapkan. Stok logistik untuk menangani pengungsi masih mencukupi hingga 14 hari mendatang.

"BNPB masih terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat ini. Selama transisi darurat pun pemerintah akan tetap mendampingi dan memberikan bantuan untuk korban bencana," tutur dia.

Sejumlah warga melintasi sebuah mobil yang terbalik akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati

Pendataan kerusakan fisik masih terus dilakukan. Data sementara kerusakan akibat banjir bandang:

- 2.287 rumah rusak

- 59 sekolah

- 5 jembatan

- 2 Gereja

- 3 kantor pemerintahan

- 104 ruko rusak berat

- 1 Pasar rusak berat

- 1 Puskesmas rusak berat