Masa Tanggap Darurat Bencana di Sumbar Diperpanjang 14 Hari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.  Foto: Irwanda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Foto: Irwanda/kumparan

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperpanjang masa status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari atau hingga 22 Desember 2025.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi menyeluruh bersama stakeholder pemerintahan.

Ia menambahkan, perpanjangan masa tanggap darurat tersebut diperlukan karena belum rampungnya proses pencarian terhadap para korban dan pendataan dampak bencana di lapangan.

"Masih ada korban hilang yang belum ditemukan, serta pendataan kerusakan dan kerugian masih terus berjalan. Karena itu, masa tanggap darurat kami perpanjang agar penanganan bisa lebih maksimal dan menyeluruh," kata Mahyeldi, Senin (8/12) malam.

Berdasarkan rekapitulasi data sementara pada dashboard satu data bencana Sumbar, hingga Senin (8/12) pukul 18.00 WIB, 95 korban masih dinyatakan hilang. Sementara korban meninggal sebanyak 234 orang.

Pengendara melintasi jalan darurat di kawasan Mega Mendung, Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

Korban jiwa terbanyak terdapat terdapat di Kabupaten Agam, dengan 151 orang meninggal dan 55 orang hilang.

"Sejumlah warga di sana juga kembali mengungsi karena hujan intensitas sedang yang kembali turun," ungkapnya.

Mahyeldi menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus bekerja untuk memastikan keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan.

"Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Semoga segala ikhtiar ini diberkahi Allah SWT dan proses pencarian serta pemulihan dapat segera tuntas," ucapnya.

Kondisi Kampung Pili, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat usai dihantam banjir.  Foto: Dok. Bakom RI

Bencana hidrometeorologi di Sumbar ini telah berdampak di 16 kabupaten/kota. Tercatat, 24.049 orang mengungsi dan 113 orang luka-luka.

Rincian Dampak per Kabupaten/Kota

1. Kota Pariaman: 7.662 terdampak; nihil luka, hilang, meninggal.

2. Kota Payakumbuh: terdampak banjir; nihil korban.

3. Kota Bukittinggi: 68 terdampak; luka 0, hilang 3, meninggal 0.

4. Kota Padang Panjang: 359 terdampak; luka 4, hilang 32, meninggal 17.

5. Kota Solok: 9.375 terdampak; nihil korban.

6. Kota Padang: 27.153 terdampak; mengungsi 1.764; luka 2, hilang 0, meninggal 11.

7. Kab. Pasaman Barat: 59.959 terdampak; mengungsi 4.789; luka 1, hilang 3, meninggal 4.

8. Kab. Solok Selatan: 312 terdampak; nihil korban.

9. Kab. Kep. Mentawai: 7.170 terdampak; nihil korban.

10. Kab. Pasaman: terdampak banjir; nihil korban.

11. Kab. Limapuluh Kota: 1.388 terdampak; mengungsi 554; nihil korban.

12. Kab. Agam: hampir seluruh wilayah terdampak; 5.277 mengungsi; meninggal 151, hilang 55.

13. Kab. Padang Pariaman: 33.597 terdampak; mengungsi 1.634; luka 6, hilang 1, meninggal 21.

14. Kab. Tanah Datar: 6.129 terdampak; mengungsi 6.137; luka 4; nihil hilang & meninggal.

15. Kab. Solok: 34.946 terdampak; mengungsi 1.194; luka 96; nihil hilang & meninggal.

16. Kab. Pesisir Selatan: 67.875 terdampak; mengungsi 2.700; hilang 1; nihil luka & meninggal.