Masih Ada 1.500 Jemaah Umrah RI di Saudi, Pulang Bertahap hingga Minggu

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah mengenakan masker saat berjalan di Masjidil Haram di kota suci Makkah Arab Saudi. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah mengenakan masker saat berjalan di Masjidil Haram di kota suci Makkah Arab Saudi. Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

Arab Saudi masih menangguhkan perjalanan umrah di Masjidil Haram dan ziarah ke Masjid Nabawi. Namun saat ini masih tersisa sekitar 1.500 jemaah asal Indonesia di Arab Saudi per Kamis (12/3).

"Alhamdulillah sejauh ini (jemaah Indonesia) aman. Tinggal sekitar 1.500-an," kata Konsul Jenderal RI untuk Jeddah, Eko Hartono, kepada kumparan.

Para jemaah Indonesia tiba di Saudi sebelum atau di hari penetapan penangguhan umrah pada 27 Februari lalu. Eko mengatakan, saat ini jemaah Indonesia masih berada di Makkah dan Madinah.

Suasana Umrah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Foto: REUTERS/Ganoo Essa

Mereka akan pulang ke Indonesia secara bertahap sesuai jadwal penerbangan. "Rencananya tanggal 15 Maret sudah pulang semua," lanjut Eko.

Arab Saudi menangguhkan perjalanan umrah dan kedatangan wisatawan pada akhir Februari lalu untuk mencegah corona. Seiring jumlah penderita corona di Saudi yang meningkat, pemerintah Riyadh kini melarang kedatangan warga dari puluhan negara.

Eko mengatakan, di awal penerapan penangguhan umrah, rombongan jemaah Indonesia sempat tertahan di pintu masuk Madinah. Namun secara umum, perjalanan mereka lancar dan proses umrah tuntas dilakukan walau Masjidil Haram sempat ditutup.

"Tidak ada masalah serius. Sempat beberapa rombongan tertahan di pintu masuk Madinah, itu karena petugas di lapangan masih gamang kali harus bagaimana. Lalu akhirnya boleh, tapi kebanyakan lancar," kata Eko.

Jemaah Umrah mengenakan masker untuk mencegah tertular virus corona di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Foto: REUTERS/Ganoo Essa

Saat ini ada 45 penderita virus corona di Saudi, terbanyak di kota Qatif. Kota mayoritas Syiah itu kini sudah diisolasi oleh pemerintah Saudi. Beberapa penderita virus corona diketahui dirawat di ruang isolasi kota Makkah.

Eko mengatakan, di Saudi saat ini ada sekitar 330 ribu warga negara Indonesia yang tercatat secara legal. Sementara yang ilegal diperkirakan ada sekitar 700 ribu orang.

"Alhamdulillah belum ada (WNI) yang suspect (corona)," ujar Eko.