Masih Ada Kerumunan saat PPKM di Bali, Satpol PP: Masyarakat Jenuh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana razia masker yang dilakukan Satpol-PP terhadap bule  di Kabupaten Badung, Bali. Foto: Dok. Pol-PP Badung
zoom-in-whitePerbesar
Suasana razia masker yang dilakukan Satpol-PP terhadap bule di Kabupaten Badung, Bali. Foto: Dok. Pol-PP Badung

Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali dinilai tak efektif untuk menekan laju naiknya kasus corona. Salah satu penyebabnya, masih banyak warga yang berkerumun.

Kepala Satpol PP Bali I Nyoman Dewa Darmadi mengatakan, kerumunan terjadi karena masih ada warga yang tidak percaya virus corona. Karena itu, warga tidak peduli dengan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Selain itu, sejumlah warga mulai jenuh dengan suasana kehidupan di tengah pandemi virus corona. Sebab, banyak aturan pembatasan diterapkan.

“(Kerumunan terjadi ) tidak lepas dari rasa jenuh, tidak lepas dari percaya diri bahwa COVID-19 itu (tidak) berbahaya, mematikan,” kata dia saat dihubungi, Selasa (2/1).

Darmadi menambahkan, pengawasan dan penindakan terhadap warga yang abai protokol kesehatan terus dilakukan. Berbagai strategi seperti sidak hingga patroli ke seluruh fasilitas umum terus ditingkatkan.

Bagi dia, pengawasan dan penindakan akan percuma dilakukan dan jika masyarakat tak mau berpartisipasi mencegah penularan corona.

“Kalau masyarakat tidak mampu berubah sesuai adaptasi kehidupan baru dan tidak patuh protokol kesehatan ya jelas pasti tidak akan menekan juga. Kuncinya adalah masyarakat harus wajib patuh protokol kesehatan,” pungkasnya.

Kasus corona di pekan pertama di Januari 2021, data harian terkonfirmasi positif di Bali rata-rata 100 kasus. Pada pekan kedua, menyentuh angka 200. Pekan ke tiga mencapai 330 kasus.

Pada pekan ke empat, rata-rata ada 400 orang dinyatakan postif corona setiap hari. Sementara itu, sejak penerapan PKM dari 11 hingga 31 Januari ada 121 pasien corona yang meninggal.

Hingga saat ini, ada 26.557 orang terkonfirmasi positif di Bali. 22.335 orang sembuh, 690 orang meninggal dan 3.532 yang masih dirawat.

embed from external kumparan