Masjid Al-Hikmah, Jejak Perjuangan Muslim RI Bangun Rumah Ibadah di New York
·waktu baca 2 menit

Di tengah 'sibuknya' Queens, suasana khidmat begitu terasa di Masjid Al-Hikmah. Berdiri di jantung Kota New York, Amerika Serikat, masjid ini menjadi bukti perjuangan komunitas diaspora Indonesia di negeri Paman Sam.
Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tapi telah menjadi simbol persatuan dan kerja sama warga Indonesia di tanah rantau.
Cerita pembangunan masjid ini bermula pada 1980-an, saat beberapa keluarga muslim Indonesia di New York rutin mengadakan pengajian dari rumah ke rumah. Jemaah yang kian bertambah membuat ruang tinggal tak lagi memadai.
Kemudian, atas izin KJRI New York, kegiatan itu lalu dipindahkan ke salah satu ruangan di gedung perwakilan konsulat, hingga tercetuslah aspirasi besar untuk memiliki masjid sendiri.
Impian itu kemudian diwujudkan lewat pembentukan organisasi Indonesian Muslim Community, Inc (IMCI) pada 1989. Berbekal donasi dari jemaah, dukungan pejabat Indonesia di New York, hingga sumbangan pengusaha dari tanah air, IMCI berhasil menggalang dana cukup besar.
Pertengahan 1990-an, mereka membeli sebuah bangunan bekas gudang di kawasan Queens senilai USD 385. Renovasi segera dilakukan, dan pada 17 Agustus 1995, bertepatan dengan HUT ke-50 RI, bangunan itu resmi dibuka sebagai masjid.
Nama Al-Hikmah baru disematkan tiga tahun kemudian, terinspirasi dari Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125, yang artinya:
"Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk."
Hingga kini, Masjid Al-Hikmah menjadi rumah spiritual sekaligus ruang berkumpul. Dari tempat pengajian sederhana di apartemen, kini berkembang menjadi simbol kokoh keberadaan muslim Indonesia di tanah perantauan.
