Masjid At-Taqwa dan Pura Aditya Jaya yang Rukun Berdampingan

Di Jakarta, toleransi antarumat beragama disimbolkan dengan berdirinya Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang saling berdampingan. Tak hanya di sana, pemandangan serupa juga dapat dilihat di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Di sana, Masjid At-Taqwa berdiri berdampingan dengan Pura Aditya Jaya. kumparan, mencoba menyambangi dua rumah ibadah itu, Rabu (13/6). Terlihat dari luar kedua bangunan itu berdiri sejajar secara berdampingan. Ketika masuk ke kompleks pura, alunan musik tradisional khas Bali terdengar jelas.
Tampak sejumlah pemuda tengah berlatih memainkan alat musik tradisional Bali. Adanya beberapa pohon berukuran besar dan rindang membuat suasana teduh makin terasa. Di saat para pemuda tengah melantunkan musik tradisional Bali, tampak sejumla jemaah tengah menunaikan ibadah mereka di Masjid At-Taqwa.
Dari prasasti yang dipasang di gerbang pura, pura Aditya Jaya telah berdiri sejak tahun 1997. Pura ini diresmikan oleh Menteri Agama Tarmizi Taher (1993-1998) dan Gubenur DKI Jakarta Surjadi Soerdirdja (1992-1997). Sementara, Masjid At-Taqwa diketahui telah berdiri pada tahun yang sama dengan pura, yakni 1997.
"Kalau yayasannya sejak 1967, Masjid dulu enggak di sini, kemudian dipindah di sini tahun 1997," kata pengurus masjid, Wiwin Mugiono, kepada kumparan di Masjid At-Taqwa, Rawamangun, Jakarta, Rabu (13/6).

Kedua tempat peribadatan ini sudah hidup berdampingan selama 21 tahun dan selama itu pulalah kedua jemaah tempat peribadatan ini memiliki toleransi yang tinggi. Mugiono mengatakan para pemuka agama dari kedua tempat peribadatan saling berkoordinasi untuk saling bantu ketika hari raya keagamaan masing-masing diselenggarakan.
"Kita saling koordinasi kalau ada hari raya Galungan, atau hari raya lain. Mereka izin kirim surat pakir ke kita untuk dipakai. Kita pun gitu (misal) ada pengajian ustaz Basalamah kan jemaahnya banyak jadi boleh pakai pakiran pura," terang Mugiono.

"Kalau pura kan sering didatangi sama orang Bali beberapa bus, pakirnya di parkiran area kami. Kalau Sabtu-Minggu (pura) penuh itu," jelas Mugiono.
Menurut seorang jemaah yang tengah mengunjungi pura, toleransi sudah terbentuk sejak lama. Tak hanya pengurus masjid, toleransi sudah terpatri di diri jemaah masjid dan pura.
"Kalau kita ada kegitan ya izin pakai parkiran, di masjid juga gitu sebaliknya," katanya saat ditemui.
Pemandangan teduh dan toleran ini tampaknya akan tersaji beberapa hari lagi, yaitu saat jemaah Masjid At-Taqwa akan menunaikan salat Id di hari Lebaran.
