Masjid di Sleman Borong Semangka Petani, Harganya Lebih Tinggi dari Tengkulak
ยทwaktu baca 3 menit

Masjid Nurul Ashri yang berada di Deresan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, kembali membantu petani yang kesulitan. Kali ini mereka memborong lebih dari 5 ton semangka panenan petani di Desa Bubutan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo.
Kondisi kemarau membuat banyak tanaman semangka petani mati. Semangka yang berhasil dipanen pun ukurannya kecil sehingga harga di tengkulak anjlok.
"Persentase keberhasilan panen cuma 30 persen," kata perwakilan divisi program Masjid Nurul Ashri Sunyoto melalui sambungan telepon, Rabu (24/9).
"Tahun ini terkendala cuaca, terus buahnya tidak besar-besar seperti tahun lalu dan banyak mati juga," katanya.
Harga jual semangka di tengkulak hanya Rp 750 ribu per lahan. Harganya jauh saat kondisi normal yang bisa menyentuh angka Rp 6-7 juta per lahan.
Masjid Nurul Ashri membeli semangka petani di harga Rp 3.750 per kilogram. Harga ini adalah harga yang layak dan di atas harga tengkulak.
Awalnya masjid hendak membeli Rp 4 ribu per kilogram tetapi para petani meminta dibeli di harga Rp 3.750 per kilogram. Katanya angka tersebut sudah cukup membantu.
"Di tengkulak dulu per kilogram kisaran Rp 1.500 sampai Rp 2 ribu. Kalau sekarang mereka (tengkulak) beli borongan (per lahan) karena tahu barangnya kecil dan banyak yang mati," jelasnya.
Buka Jastip untuk Jemaah dan Masyarakat
Menyikapi hal ini Masjid Nurul Ashri lalu menggelar program jasa titip (jastip). Program ini telah sukses membantu petani singkong di Gunungkidul hingga petani sayur di Magelang, Jawa Tengah.
Total ada 800 orang yang berpartisipasi di program ini. Ada yang akan mengambil semangka di masjid ketika sudah diangkut dari Purworejo. Ada pula yang meminta masjid kembali menyalurkan semangka untuk disedekahkan.
"Ngajak jastip lagi biar lebih banyak yang terbantu," katanya.
Diikuti Masjid dan Instansi Lain
Sunyoto bilang dalam aksi ini salah satu masjid di Wonosobo juga turut terlibat membantu petani di Purworejo. Masjid tersebut menjadwalkan borong semangka pada 1 Oktober mendatang.
"Masjid atau lembaga amal kita ajak itu. Yang sudah menjadwalkan salah satu masjid di Wonosobo, Masjid At Taqwa Binangun. Kita ajak memborong. Soalnya kalau semangka warga kan menanamnya bareng. Takutnya tidak terburu. Kita sebar ke masjid lain," katanya.
Persilakan Program Dijiplak
Apabila ada instansi atau masjid yang menjiplak program ini, para takmir justru senang. Artinya akan semakin banyak orang yang terbantu di tempat lain dan dengan persoalan lain.
Salah satu yang telah belajar ke Masjid Nurul Ashri adalah mahasiswa dari UPN Veteran Yogyakarta
"Kemarin dari fakultas pertanian. Ingin mengaplikasikan sistem jastip tadi. Dari teman-teman UPN mau mengimplementasikan. Akan dijadikan salah satu praktik mereka itu yang di sampaikan BEM Fakultas Pertanian UPN," katanya.
