kumparan
10 Agu 2019 11:16 WIB

Masjid Istiqlal Pakai Besek untuk Salurkan Daging Kurban Idul Adha

Pedagang menata wadah besek bambu yang dia jual di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Pihak Masjid Istiqlal akan mematuhi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terkait penyaluran daging kurban pada Idul Adha, Minggu, 11 Agustus 2019.
ADVERTISEMENT
Kepala Bagian Humas dan Protokol, Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, menyatakan daging korban yang akan didistribusikan nantinya ditempatkan di besek, bukan kantong plastik.
"Kami dapat imbauan dari Pak Gubernur melalui surat yang diedarkan, kemudian kami merespons itu, karena terus terang Bapak Gubernur itu adalah salah satu pimpinan badan pelaksana pengelolaan Masjid di Istiqlal," kata Abu di Masjid Istiqlal, Sabtu (10/11)
Kabag humas dan protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah. Foto: Abyan Faisal Putrarama/kumparan
"Untuk pembagian daging kurban, kami mengikuti himbauan Bapak Gubernur memakai besek ya," sambungnya.
Abu menambahkan, Masjid Istiqlal telah menyediakan ribuan besek untuk persiapan Idul Adha esok. Besek tersebut didatangkan dari Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Besek yang dipesan sekitar 6000-an menurut estimasi kami," ujar dia.
Ketika disinggung apakah ribuan besek itu cukup atau tidak, Abu menegaskan pihak sudah menyiapkan pembungkus lainnya yang ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
"Jadi kalau besok beseknya sudah habis dan daging kurbannya masih banyak, kami gunakan plastik itu, plastik yang mudah terurai," kata dia.
Pada 29 Juli 2019 lalu, Anies memerintahkan agar wadah plastik tidak digunakan saat pembagian daging kurban pada saat perayaan Idul Adha. Anies meminta agar besek bambu dipakai untuk menggantikan plastik.
"Minta pada masyarakat untuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Kita ajak untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai saat bagikan daging. Tapi gunakan material lingkungan yang paling mudah adalah besek,” ujar Anies saat itu.
“Itu secara lingkungan ramah dan manfaat, itu berikan manfaat bagi petani bambu dan pengrajin di berbagai wilayah di Indonesia,” tambahnya.
Reporter: Abyan Faisal Putratama
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan