kumparan
search-gray
News28 April 2018 18:07

Masjid Kowloon, Pusat Bertemunya Komunitas Muslim di Hong Kong

Konten Redaksi kumparan
Masjid Kowloon and Islamic Centre Hong Kong.
Masjid Kowloon and Islamic Centre Hong Kong. (Foto: Rini Friastuti/kumparan)
Hong Kong sedang berbenah diri untuk menjadi salah satu objek wisata ramah muslim. Sejak beberapa tahun terakhir, mereka menawarkan banyak destinasi wisata yang ramah muslim dan memiliki latar belakang sejarah tentang perkembangan Islam di negara bekas persemakmuran Inggris tersebut.
ADVERTISEMENT
Salah satunya adalah Masjid Kowloon, salah satu masjid tertua yang di Hong Kong yang dibangun pada tahun 1896. Terletak di Nathan Road, kawasan Tsim Sha Tsui, Hong Kong, masjid ini tak hanya jadi tempat ibadah, namun juga tempat berkumpulnya komunitas Islam yang datang dari seluruh penjuru Hong Kong untuk berdiskusi, hingga melakukan beragam kegiatan.
Masjid Kowloon and Islamic Centre Hong Kong.
Masjid Kowloon and Islamic Centre Hong Kong. (Foto: Rini Friastuti/kumparan)
"Masjid Kowloon adalah salah satu masjid tertua di sini. Sejarahnya berawal dari kedatangan tentara dari negara timur tengah. Saat itu dari Pakistan dan Bangladesh, yang tentunya termasuk tentara muslim," ujar Saeed Uddin, Sekretaris Wali Amanat dan Pendanaan Komunitas Islami Hong Kong, kepada rombongan wartawan dari Hong Kong Tourism Board (HKTB), Jumat (27/4).
"Mereka datang dan tinggal di beberapa bagian negara Hong Kong, bekerja dan tinggal dekat sini, mungkin tidak dekat-dekat sini, tapi dekat sini, dan mereka mulai menunaikan ibadah di sini," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Saeed mengatakan, awalnya masjid Kowloon ini hanya berupa bangunan kecil, namun ramai didatangi umat muslim Hong Kong. Sehingga di tahun 1974, dilakukanlah renovasi besar-besaran untuk memugar masjid ini menjadi sebuah tempat ibadah sekaligus pusat komunitas muslim. Renovasi terus berlanjut hingga tahun 1984.
Saeed Uddin, Komunitas Islami Hong Kong.
Saeed Uddin, Komunitas Islami Hong Kong. (Foto: dok. Masjid Kowloon dan Islamic Centre Hong Kong)
"Tapi di tahun 2005-2006, kami kembali melakukan renovasi di bagian interior masjid, menambah kantor, perpustakaan, dan lain-lain. Dan di bagian kiri dan kanan masjid ini kami membuat 2 aula yang dapat memuat 100-150 jemaah salat. Dan dua aula ini juga dipakai untuk kegiatan komunitas, seminar, kuliah, pengunjung, dapat menetap di sini," jelas Saeed.
"Dan kami juga mempersilakan muslim untuk melakukan kegiatan di sini. Kami juga menerima kedatangan turis yang ingin ke sini untuk mencari tahu tentang Islam. Jadi setiap hari kami menerima banyak sekali jenis turis dan orang, dari barat, China, yang ingin mengetahui tentang Islam, kami terima dengan tangan terbuka. Kami tak akan bertanya Anda siapa, kalau kamu muslim, kamu boleh berkunjung," sambungnya.
Saeed Uddin, Komunitas Islami Hong Kong.
Saeed Uddin, Komunitas Islami Hong Kong. (Foto: dok. Masjid Kowloon dan Islamic Centre Hong Kong)
Seluruh kegiatan yang digelar Masjid Kowloon, tak jauh berbeda dengan aktivitas di masjid-masjid lainnya. Saat Ramadhan, mereka menyediakan makanan bagi siapa pun yang berpuasa. Lalu aula yang ada di kiri dan kanan masjid ditata sedemikian rupa, sehingga siapa pun yang ingin berbuka puasa di masjid ini akan dilayani dengan baik.
ADVERTISEMENT
"Kami juga memfasilitasi acara pernikahan saudara sesama muslim, tentunya dengan budaya Islam, termasuk menyediakan sertifikat nikah yang diterima pemerintah. Kami diberi otoritas untuk menerbitkan hal tersebut, termasuk menerbitkan sertifikat halal, 70-75 restoran dan juga tempat makan," ucap Saeed.
Bahkan setiap hari Minggu, komunitas muslimah asal Indonesia mengadakan pertemuan rutin di Masjid Kowloon dan pihak pengelola masjid dengan tangan terbuka menerima mereka.
"Setiap Minggu, saudara perempuan dari indonesia mengadakan pertemuan di sini, kami memberikan tempat. Sebenarnya kami berusaha untuk menyediakan fasilitas maksimal untuk para saudara muslim. Kami sangat senang melakukan hal tersebut," kata dia.
Masjid Kowloon and Islamic Centre Hong Kong.
Masjid Kowloon and Islamic Centre Hong Kong. (Foto: Rini Friastuti/kumparan)
Tak ada perbedaan bagi umat muslim di Hong Kong saat menunaikan salat 5 waktu, bahkan ketika mengumandangkan azan, semua sama. Dan warga lokal sama sekali tak keberatan dengan budaya tersebut, meski masjid ini terletak di pusat kota.
ADVERTISEMENT
"Termasuk salat Jumat, mungkin sekitar 3.500 ribu jemaah salat (Jumat) di sini, di 2 lantai yang dimiliki Masjid Kowloon. Di basement, di mana saja, selalu penuh. 3.500 ini juga merupakan kapasitas masjid kowloon," ucapnya.
Meski menjadi warga minoritas, umat muslim di Hong Kong tak terlalu memiliki kesulitan untuk menetap di negara tersebut. Karena Hong Kong, sejak beberapa tahun terakhir telah membuka diri bagi masyarakat dan wisatawan muslim yang berkunjung.
"Kami sangat senang karena kami mendapat kontrol untuk mengatur aktivitas, pemerintah sangat baik, dan kamu lihat banyak yang pakai hijab, tak ada masyarakat yang mempermasalahkan, Jadi kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemerintah, dan kami menghormati mereka karena mereka juga menghormati kami. Dan kami juga sangat senang dengan pemerintah dan hukum," ucap Saeed.
ADVERTISEMENT
"Masyarakat di sini juga sangat toleran dengan moniritas. Mereka tidak melarang, tidak berteriak atau memprotes kegiatan kami. Jadi yang bisa kami lakukan adalah hidup berdampingan dengan masyarakat lokal, yang juga tak terganggu dengan monirotas seperti kami," sambungnya.
Saeed berpesan supaya wisatawan muslim tak ragu berkunjung ke Hong Kong. Karena negara ini punya segalanya, termasuk sejumlah fasilitas ramah muslim yang mulai tersebar di mana-mana.
"Hong kong adalah negara damai, banyak hal yang bisa disaksikan di sini, sudah semakin banyak makanan halal, ada Hong Kong Disneyland, dan Ocean Park. Kami juga mendorong mereka untuk menyediakan makanan halal. Ini merupakan usaha kami, untuk turis, untuk masyarakat lokal," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white