‘Mask-19' Jadi Kode Minta Tolong Korban KDRT di Eropa Selama Pandemi Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang demonstran yang mengenakan masker memegang poster bertuliskan "Kami banyak, Berlin melawan Nazi" saat Protes penanganan corona di Berlin, Jerman. Foto: John MACDOUGALL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang demonstran yang mengenakan masker memegang poster bertuliskan "Kami banyak, Berlin melawan Nazi" saat Protes penanganan corona di Berlin, Jerman. Foto: John MACDOUGALL / AFP

Tetap tinggal di rumah adalah pesan sederhana yang harus dipatuhi masyarakat selama pandemi virus corona atau penyakit COVID-19. Sayangnya tidak semua orang memiliki kondisi dan suasana rumah yang nyaman, bahkan kondisi buruk keluarga yang tidak harmonis memperparah pandemi ini.

Sudah banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dilaporkan terjadi selama pandemi virus corona. Keadaan yang sedang sulit ditambah harus bersama dengan anggota keluarga selama 24 jam membuat tekanan di dalam keluarga semakin besar.

Terkadang hal tersebut membuat pertengkaran tidak dapat dihindarkan dan berujung pada kekerasan. Korban KDRT yang kebanyakan adalah anak-anak dan perempuan terjebak, tidak bisa keluar dari rumah. Mereka juga takut untuk melapor kepada polisi.

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

KDRT juga terjadi pada keluarga-keluarga di Eropa. Namun ada trik tersendiri yang dapat dilakukan korban untuk meminta tolong agar diselamatkan dari kondisi KDRT.

Contohnya di Prancis, apotek-apotek yang tetap buka selama lockdown dapat menjadi tempat pengaduan kekerasan. Korban dapat mengunjungi apotek.

Jika mereka tidak bebas berbicara dalam apotek tersebut, korban dapat mengatakan Mask-19. Pekerja di apotek pun langsung tahu bahwa pengunjung tersebut adalah korban KDRT dan sedang meminta pertolongan.

Suasana di hotel H10 Costa Adeje Palace yang diisolasi setelah tamu Italia positif corona. Foto: REUTERS / Borja Suarez

Hal yang sama juga terjadi di Spanyol. Korban kekerasan dapat pergi ke apotek dan meminta Mascarilla-19 (Mask-19). Pekerja di apotek akan mencatat nama pengunjung tersebut berikut dengan alamat, dan nomor teleponnya.

Selanjutnya pihak apotek akan menghubungi layanan darurat. Sementara korban dapat pulang ke rumah dan menunggu sampai polisi datang dan menyelamatkannya.

Seorang wanita menurunkan keranjang tempat orang dapat menyumbang atau mengambil makanan gratis, di tengah virus corona, di Milan, Italia. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo

Apotek dipilih menjadi tempat pengaduan karena dianggap lebih mudah diakses saat pandemi virus corona daripada kantor polisi. Ada lebih banyak apotek tersebar di lingkungan sekitar dibandingkan kantor polisi.

Korban juga dapat pergi ke apotek dengan alasan ingin berbelanja sehingga tidak terlalu mencurigakan. Kode Mask-19 ini juga diadopsi di Jerman, Norwegia, dan Italia.

Sementara korban KDRT di Inggris dapat menelepon nomor 999 untuk layanan darurat. Jika penelepon dalam kondisi tidak dapat berbicara karena ada orang lain yang mendengar, mereka diminta untuk batuk, menutup handset telepon, atau menekan 55 ketika diminta.

Laporan langsung dari Eropa: Daniel Chrisendo

kumparan post embed

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

————-----------------------

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.