Maskapai RI Diimbau Hindari Penerbangan Melewati Timur Tengah

Sejumlah negara telah melarang maskapai penerbangannya beroperasi dan melintas di sepanjang langit Iran. Larangan ini menyusul serangan rudal yang dilancarkan pasukan Iran ke dua pangkalan militer AS di Irak.
Untuk maskapai dari Indonesia, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga telah menginstruksikan Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) atau maskapai agar meningkatkan kewaspadaan.
Seluruh maskapai diharap hati-hati saat melintasi wilayah udara Timur Tengah, seperti Iran, Irak, Teluk Persia, dan Teluk Oman. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Memperhatikan peningkatan eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah, khususnya Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman. Seluruh maskapai diharapkan dapat meningkatkan kehati-hatian dan juga kewaspadaan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti dalam keterangannya, Rabu (8/1).
Polana menjelaskan, pesawat maskapai Indonesia yang akan melewati daerah tersebut kini telah di-reroute (rute ulang) untuk menjauhi area konflik. Begitu juga pesawat menuju Arab Saudi diimbau tak melewati wilayah konflik.
"Kami akan selalu me-monitoring seluruh maskapai nasional yang melakukan penerbangan internasional. Hal itu untuk terus menjaga keselamatan, keamanan dan pelayanan terbaik bagi penguna jasa penerbangan," tutup Polana.
Hubungan Iran dengan AS kembali memanas setelah insiden terbunuhnya Jenderal Iran, Qassem Soleimani, pekan lalu. Soleimani tewas dalam serangan drone AS di Irak.
Merespons insiden itu, garda revolusi Iran kemudian menyerang dua pangkalan militer AS di pada Irak pada Rabu dini hari. Ada sembilan rudal yang diluncurkan dalam serangan itu.
