Masker Kain Tak Lagi Disarankan, Ahli Minta Warga Gunakan Masker Bedah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
22
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan berjalan di dekat spanduk imbauan untuk memakai masker di rumah sehat COVID-19 di Jakabaring Sport City. Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan berjalan di dekat spanduk imbauan untuk memakai masker di rumah sehat COVID-19 di Jakabaring Sport City. Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto

Penggunaan masker menjadi salah satu bagian dari protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan) yang menjadi kunci penting untuk melawan COVID-19. Namun tak boleh asal pakai masker, penggunaannya harus diperhatikan.

Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan, penggunaan masker kain tiga lapis saat ini tidak disarankan. Musababnya jenis masker ini sudah dinilai kurang melindungi seseorang dari paparan virus corona.

Masker yang lebih dianjurkan yakni masker bedah. Dirga mengatakan, penggunaan masker kain boleh digunakan, tapi hanya untuk melapisi masker bedah saja.

"Masker kain sudah tidak dianjurkan, lagipula masker bedah sudah banyak tersedia dan harganya terjangkau, gunakan hanya masker berkualitas," kata Dirga dalam webinar kesehatan, mengutip Antara, Jumat (18/6).

Masyarakat menggunakan masker. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Dirga menegaskan, penggunaan masker memang sangat penting dalam mencegah penularan COVID-19. Masker medis terbukti masih paling efektif, tetapi itu pun harus digunakan dengan tepat.

"Saya menyarankan untuk mengganti masker maksimal 6 jam, atau ganti segera setelah masker sudah basah atau kotor," imbau dia.

dr Dirga Sakti Rambe. Foto: Instagram/@dirgarambe

Ia mengingatkan masyarakat untuk hati-hati saat membuka masker di tempat umum. Pastikan hanya membuka masker untuk alasan penting seperti makan dan minum.

Cara Melepas dan Membuang Masker

Dirga juga mengimbau cara melepas dan membuang masker harus secara benar. Yakni lepas tali elastis dari telinga, jauhkan masker dari pakaian dan wajah untuk menghindari permukaan masker yang bisa saja sudah terkontaminasi.

Sejumlah masker dijemur sebelum dibagikannya secara gratis di sekitar lingkungan tersebut , di tengah penyebaran wabah penyakit virus corona, di Tangerang. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Buang di tempat sampah, kemudian bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol.

Percepatan Vaksinasi

Pemerintah Indonesia memang terus menggencarkan percepatan program vaksinasi nasional sebagai upaya melindungi masyarakat. Targetnya, 181,5 juta penduduk atau 70 persen dari total populasi di Indonesia bisa divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok.

Meski demikian, dalam menangani pandemi COVID-19, masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan satu proteksi kesehatan saja. Perlindungan dari luar dengan penerapan protokol kesehatan pun penting untuk terus dijalankan secara disiplin.

“Saat ini, persentase penduduk Indonesia yang telah divaksin 1 kali sebesar 11 persen dan vaksinasi lengkap sebesar 6,3 persen. Angka tersebut masih terbilang kecil dari total populasi Indonesia saat ini. Apalagi, saat ini kita dihadapkan pada ancaman berupa mutasi virus baru yang mulai ditemukan di tanah air," kata Dirga.

Sejumlah pengguna angkutan kereta rel listrik (KRL) mengenakan masker di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (3/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Sehingga, lanjut Dirga, kewaspadaan perlu semakin ditingkatkan. Kehadiran vaksin memang menjadi langkah pencegahan yang penting diambil untuk membentuk kekebalan komunal, namun menurutnya, tidak ada langkah pencegahan yang 100 persen efektif.

"Memadukan perlindungan dari dalam dan luar menjadi upaya yang bisa kita lakukan bersama, untuk mengurangi risiko terpapar atau tertular virus," tandas dia.

Infografik jangan sembarangan pakai masker saat pandemi corona. Foto: kumparan

***

Saksikan video menarik di bawah ini: