Massa Demo #IndonesiaGelap di Depan Gedung DPRD Kota Malang Bubar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
DRPD Kota Malang bersama aparat kepolisian berdialog dengan massa aksi yang demo #Indonesiagelap di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (18/2/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
DRPD Kota Malang bersama aparat kepolisian berdialog dengan massa aksi yang demo #Indonesiagelap di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (18/2/2025). Foto: Dok. Istimewa

Ribuan massa yang demo #IndonesiaGelap di depan Gedung DPRD Kota Malang membubarkan diri, Selasa (18/2). Massa bubar di tengah guyuran hujan.

Sebelum massa bubar, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, bersama anggota fraksi lainnya serta aparat kepolisian mendatangi massa.

Mereka digiring dari pintu masuk gedung DPRD Kota Malang menuju tengah jalan di dekat bundaran Alun-alun Tugu Malang.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani, mengatakan massa aksi meminta aspirasinya diteruskan ke pusat.

"Mereka itu intinya ingin tuntutannya disampaikan. Tapi sebenarnya kami sudah melakukan mitigasi soal Inpres 1/2025 yang dikeluhkan," ujar Amithya, Selasa (18/2).

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya membakar pagar saat melakukan aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (18/2/2025). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Mia menyampaikan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait untuk memitigasi program efisiensi yang diinstruksikan melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

Mitigasi yang dimaksud yaitu agar program efisiensi tak sampai mengganggu program-program dasar untuk masyarakat.

"Di Kota Malang itu, sudah memitigasi bagaimana efisiensi tak mengganggu pelayanan masyarakat. Itu udah kami lakukan di awal Inpres itu keluar," ungkapnya.

"Yang bisa kami lakukan ya memitigasi di strategi dan solusi supaya meski Inpres diberlakukan tapi pelayanan ke masyarakat tak berkurang," tambahnya.

Setelah berdialog, massa aksi akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB.