Massa di MK Bubar: Sudah Gelap, Perusuh Masuk, Kita Tak Bisa Lihat

Koordinator lapangan aksi Kawal Putusan MK, Abdullah Hehamahua, menyerukan massa bubar dengan damai. Sejak pukul 14.47 WIB, ia meminta agar para peserta aksi pulang ke rumah masing-masing dengan damai pada pukul 17.00 WIB.
“Bapak Ibu sekalian, terimakasih setinggi-tingginya sudah hadir dan datang sejak aksi pertama tanggal 17 (Juni) kemarin. Saya mau menyampaikan, yang pertama pukul 17.00 nanti selesai. Karena kalau maghrib, sudah gelap, perusuh masuk kita enggak bisa lihat, kita yang disalahkan,” ucap Abdullah di atas mobil komando di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).
Eks penasihat KPK itu berkaca pada aksi 21-22 Mei yang sempat rusuh dan merenggut korban jiwa. Ia dan pimpinan aksi lain, termasuk Ketum FPI Sobri Lubis, tidak ikhlas apabila kembali jatuh korban akibat kerusuhan di aksi massa.
“Kalau saya, ustaz-ustaz yang lain, kita anggap insyaalah kita ikhlas. Ditembak, dibunuh, kita ikhlas, tapi kita tidak mau Bapak dan Ibu yang datang dari berbagai daerah pakai uang pribadi, kami tidak ikhlas jika Bapak Ibu yang tanggung beban,” kata Abdullah.
Kita sudah tahu hasilnya, bahwa gugatan 02 ditolak.
Abdullah Hehamahua
Para peserta aksi mendengar imbauan dari Abdullah. Tepat pukul 17.00 WIB, dengan dipimpin mobil komando, para peserta membubarkan diri.
Dengan berselawat, mereka beranjak dari pembatas di depan Kementerian Pertahanan menuju ke Patung Kuda dan meninggalkan kawasan MK. Abdullah mengimbau agar peserta aksi ikhlas dengan keputusan MK yang menolak dugaan TSM yang diajukan oleh kubu paslon 02 Prabowo-Sandi.
“Kita sudah tahu hasilnya, bahwa gugatan 02 ditolak. Tapi seperti dikatakan, ini baru 1 episode. Maka saya mohon, kita sebagai berjuang bersama ulama dan habaib, besok salat Jumat ke Sunda Kelapa, dari sana kira gerak ke Komnas HAM, laporkan kehilangan nyawa ratusan KPPS dan korban kerusuhan 21-22 Mei,” tutup Abdullah.
