kumparan
16 Agustus 2019 17:56

Massa Geruduk Asrama Papua di Surabaya Terprovokasi Foto Bendera Patah

Sejumlah massa datangi asrama mahasiswa
Diduga Patahkan Tiang Bendera Merah-Putih, massa datangi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jumat (16/8) Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Sejumlah orang memenuhi jalan di depan Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya. Mereka datang pada Jumat (16/8) sore, karena dipicu gambar yang tersebar lewat pesan berantai. Dalam gambar itu ada bendera merah putih yang berada dalam selokan.
ADVERTISEMENT
Massa yang berada di lokasi tampak mengenakan seragam Front Pembela Islam dan Pemuda Pancasila. Beberapa polisi juga sudah berada di depan asrama itu.
Sejumlah massa datangi asrama mahasiswa
Muhammad (31) yang mendatangi asrama mahasiswa di Jalan Kalasan, Surabaya, Jumat (16/8). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Muhammad, salah satu orang datang ke depan Asrama Mahasiswa Papua, mengaku ingin meminta klarifikasi dari beredarnya gambar bendera merah putih di selokan itu.
“(Kami) datang pukul 14.00 WIB. Kami mencoba negosiasi kepada mereka apa maksudnya? Tujuannya apa di kota Surabaya seperti itu,” ujar Muhammad.
Sejumlah massa datangi asrama mahasiswa
Diduga Patahkan Tiang Bendera Merah-Putih, massa datangi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jumat (16/8) Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Setelah beberapa jam ada di depan asrama tersebut, Muhammad belum mendapat jawaban dari penghuni asrama. Menurutnya, penghuni asrama tidak peduli dengan kedatangan sejumlah orang ke tempat tinggal mahasiswa itu.
“Belum ketemu sampai sekarang. Kami belum tahu tanggapan mereka karena mereka belum open. Mereka cuek, duduk-duduk di teras sambil merokok,” jelasnya.
Sejumlah massa datangi asrama mahasiswa
Diduga Patahkan Tiang Bendera Merah-Putih, massa datangi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jumat (16/8) Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Sementara itu, salah seorang massa tak mau disebut namanya, mengatakan bendera itu didirikan kembali oleh salah seorang anggota TNI.
ADVERTISEMENT
“Tadi dipasang (lagi) sama TNI, saya lihat sendiri,” ujarnya.
Hingga kini, orang yang berkumpul enggan meninggalkan lokasi. Sedangkan, tak ada penghuni asrama yang keluar memperlihatkan diri di luar asrama.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan