Massa Ngamuk Serang Kemendagri karena Gagal Bertemu Tjahjo

Sekelompok massa menyerang kantor Kementerian Dalam Negeri. Mereka tidak terima dengan keputusan Mahkamah Konstitusi dan memaksan Mendagri mengesahkan kemenangan pasangan yang mereka dukung.
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo menjelaskan, massa yang datang memaksa bertemu langsung dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Mereka awalnya diterima oleh para direktur.
"Tadi saya hitung ada 7 orang yang awal menemui mereka," kata Soedarmo di Kantor Kemendagri, Rabu (11/10).
Massa bersikukuh memaksa bertemu dengan Mendagri. Soedarmo dan Dirjen Otonomi Daerah Soemarsono akhirnya memutuskan untuk menerima massa untuk memberi penjelasan. Nyatanya, mereka tak kunjung datang.
"Karena mereka ingin bertemu dengan Mendagri," imbuh dia.
Tak kunjung bertemu dengan Tjahjo, massa kemudian marah. Mereka meluapkan kekesalan dengan melempari gedung dengan batu dan benda keras lainnya. Akibatnya mobil dinas dan kaca Gedung Kemendagri pecah.
Soedarmo menjelaskan, massa meminta penjelasan dan mendesak Kemendagri membatalkan putusan MK. Tapi, permintaan itu tidak mungkin dikabulkan karena keputusan MK bersifat final dan mengikat. Kemendagri hanya melaksanakan putusan MK.
"Kita tidak menjanjikan tapi memberi pengertian. Proses ini adalah proses yang harus diikuti. Setelah ke MK terus ke sini lagi. Salah sasaran, kalau mau protes ya protesnya ke MK," ucap Soedarmo.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, sudah bertemu dengan 2 kali dengan kelompok massa yang menyerang kantornya. Pertemuan terakhir dengan pendukung salah satu pasangan di Pilkada Tolikara itu baru saja dilakukan Selasa malam.
"Kelompok mereka sudah dua kali saya terima. Pertama saya terima di ruang kerja menteri dan semalam saya terima di depan Kantor Kemendagri," ucap Tjahjo dalam pesan singkat, Rabu (11/10).
