Masuk Kemarau, BNPB Ingatkan Waspada Karhutla: 4 Hektar Lahan di Aceh Terbakar

5 Juni 2024 19:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Asap membubung ke udara dari lahan perkebunan kelapa sawit yang terbakar di Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (26/7/2021). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Asap membubung ke udara dari lahan perkebunan kelapa sawit yang terbakar di Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (26/7/2021). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kapusdatin BNPB Abdul Muhari mengingatkan masyarakat untuk waspada bencana karhutla sebab saat ini Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Menurutnya sudah ada kabupaten dan kota yang melaporkan terjadi kekeringan.
ADVERTISEMENT
"Di Aceh Selatan itu sudah mulai ada laporan karhutla. Aceh Besar itu cuaca ekstrem dan karhutla. Sumut masih cuaca ekstrem. Riau dan Sumbar masih ada banjir," kata Abdul dalam siaran Disaster Briefing dikutip dari akun YouTube BNPB, Rabu (5/6).
Dari data yang dibagikan Abdul terlihat, karhutla di Aceh Selatan terjadi pada 27 Mei 2024, 2 hektare lahan terbakar. Sedangkan di Aceh Besar karhutla terjadi pada 29 Mei 2024, 2 hektar lahan terbakar.
"Ini kondisi yang biasanya konteks bencananya seperti ini ada karhutla, ada cuaca ekstrem, tapi ada beberapa kabupaten kota satu pulau itu ada banjir ini benar-benar menegaskan bahwa kita mulai bergeser dari hujan ke kemarau," ujarnya.
Abdul mengatakan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat juga tercatat mengalami hari tanpa hujan yang panjang. Ini bisa menyebabkan kekeringan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Foto: Youtube/ BNPB Indonesia
Meski begitu, Abdul menegaskan, situasi kemarau di Indonesia tidak berarti tak turun hujan. Menurutnya lokasi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat meski masuk kemarau hujan tetap bisa turun.
ADVERTISEMENT
"Jadi catatan BNPB sepanjang tahun selama 10-15 tahun terakhir meski kita di kemarau, meski ada karhutla, itu ada kondisi-kondisi di daerah yang banjir, tanah longsor ataupun banjir bandang atau seterusnya," jelasnya.
Abdul menerangkan kemarau 2024 tidak akan seperti puncak El Nino yang terjadi pada 2023. Tapi tetap harus diwaspadai. BNPB juga telah menyiapkan antisipasi.
"Kalau kita bicara hidrometeorologi kering pada musim kemarau itu ada beberapa bencana yang jadi atensi nasional seperti karhutla kemarin. Kita sudah, Kepala BNPB ikuti rapat koordinasi antisipasi karhutla yang dipimpin Menko Polhukam ada beberapa langkah-langkah di antaranya modifikasi cuaca yang akan kita lakukan," tuturnya.