Material Bom Nuklir Hilang Dicuri di AS

Sebuah material bom nuklir hilang dicuri dari sebuah mobil yang diparkir di Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi setahun lalu, namun baru terungkap baru-baru ini.
Laporan media Center for Public Integrity pada Senin (16/7) menyebutkan, plutonium yang bisa diolah menjadi bahan bakar bom nuklir itu hilang dari sebuah mobil SUV di Hotel Marriot, San Antonio, Texas, pada Maret 2017. Turut hilang dalam pencurian itu adalah alat pemantau aktivitas radioaktif.
Mobil Ford Expedition tersebut disewa oleh dua ahli keamanan dari Laboratorium Nasional Idaho milik Departemen Energi AS. Mereka bermalam di Hotel Marriot dalam perjalanan mengantarkan plutonium itu ke Idaho dari Texas.
Pagi harinya, mereka mendapati kaca belakang mobil sudah pecah dan barang-barang di dalamnya dicuri. Kasus ini tidak pernah diungkap polisi dan pemerintah. Hingga saat ini, barang itu belum ditemukan.
Menurut juru bicara kepolisian San Antonio, bobot plutonium yang dicuri sangat kecil sehingga tidak akan jadi ancaman. "Plutonium itu hanya untuk mengkalibrasi peralatan," kata dia.
Tidak disebutkan berapa berat plutonium yang hilang. Menurut Departemen Energi AS, plutonium seberat 3 kg saja sudah mampu diolah menjadi bom nuklir.
Menurut laporan Time, ini bukan kali pertama pencurian material berbahaya terjadi di AS. Sebelumnya pada 2009, Departemen Energi AS melaporkan pencurian 0,5 kg plutonium dan 20 kg uranium yang telah dikayakan di gudang senjata militer AS.
Laporan Badan Energi Atom Internasional menunjukkan, dalam 20 tahun terakhir ada 270 kasus perdagangan material nuklir yang terungkap.
