Mati 10 Tahun, Berkat Pertemuan New York Two-State Solution Kembali Diperhatikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, sebagai co-chair saat konferensi internasional tingkat tinggi PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (31/7/2025). Foto: Kylie Cooper/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, sebagai co-chair saat konferensi internasional tingkat tinggi PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (31/7/2025). Foto: Kylie Cooper/Reuters

Wamenlu Arrmanatha Nasir memuji pelaksanaan konferensi two-state solution yang digelar di New York akhir Juli lalu. Dia menyebut pelaksanaan konferensi itu menghidupkan harapan two-state solution untuk menyelesaikan krisis Israel-Palestina.

Indonesia bersama belasan negara termasuk Uni Eropa dan Liga Arab meneken hasil konferensi yaitu Deklarasi New York. Menurut Arrmanatha pelaksanaan mau pun hasil konferensi menjadi perhatian dunia.

“Kalau kita ingat, pembahasan mengenai solusi dua negara sudah mati selama 10 tahun terakhir. Sekarang tiba-tiba semua itu diangkat menjadi perhatian, dan semua sepakat bahwa ini menjadi solusi,” kata Arrmanatha di Kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Jumat (1/8).

Wamenlu Arrmanatha Nasir mewakili Indonesia hadir di Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai Implementasi Two-State Solution di Markas Besar PBB, New York. Foto: Dok. PTRI New York

Arrmanatha menjelaskan jelang, saat mau pun, setelah pelaksanaan konferensi di New York itu membuat makin banyak negara mendukung two-state solution dan kedaulatan Palestina.

Konferensi itu diinisiasi oleh Prancis yang sudah menyatakan niat mengakui Palestina saat Sidang Majelis Umum PBB pada September mendatang. Sedangkan Kanada dan Inggris menyatakan komitmen pengakuan kedaulatan saat dan setelah konferensi tersebut.

Arrmanatha menekankan pengakuan kedaulatan akan berujung pada masuknya Palestina ke dalam keanggotaan PBB. Oleh karenanya dukungan dari Inggris dan Prancis yang merupakan anggota tetap DK PBB sangat penting.

"Nah kita harus lihat strategic-nya ini, yang sangat strategic karena untuk bisa menjadi anggota PBB, Palestina itu harus disetujui oleh Dewan Keamanan PBB,” ujarnya.

“Jadi kalau kita lihat ini, apa yang terjadi kemarin di New York itu merupakan langkah awal, harapannya ini akan kembali lagi dibahas,” katanya.