Mau Ganteng Sambil Beramal? 'Di Mari Cukurnya'

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Harga jasa di "Di Mari" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Harga jasa di "Di Mari" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Tren bersolek untuk pria semakin semarak dengan menjamurnya barber shop seantero Jakarta. Tak hanya menyediakan layanan potong rambut ala salon, barber shop 'kekinian' juga menawarkan fasilitas lain yang dapat dinikmati pengunjung sembari menunggu giliran.

Di antara barber shop unik itu adalah 'Di Mari Cukurnya'. Yup, itu bukan pernyataan ala Betawi supaya orang-orang sudi potong rambut di sana, melainkan nama tempat potong rambut kekinian yang disulap sedemikian rupa untuk menarik perhatian pengunjung.

Interior tempat cukur "Di Mari" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Interior tempat cukur "Di Mari" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

kumparan penasaran dengan barber shop yang berlokasi di Jalan Pejaten Raya Nomor 1, Jati Padang, Jakarta Selatan itu. Saat disambangi, Rabu (11/1), eksteriornya saja sudah menggambarkan betapa uniknya barber shop ini.

Didominasi warna hijau, di beberapa tempat seperti di kaca jendela dan dinding toko, dipasang beberapa pantun 'kekinian' yang unik sekaligus menggelitik. Seperti pantun 'Makan Bubur Pake Sambal, Yuk Cukur dan Beramal', menjadi hiasan salah satu jendela 'Di Mari Cukurnya'.

Proses pencukuran rambut di "Di Mari" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Proses pencukuran rambut di "Di Mari" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Ada juga pantun 'Naik Banteng sambil Nari, Mau Ganteng, ya Di Mari', cukup menggelitik dan tentunya mengundang orang untuk mampir.

Masuk ke dalam, saya disambut 2 orang anak muda berseragam oranye yang langsung menawarkan jasa potong rambut di barber shop tersebut. Karena penasaran, saya pun bersedia dipotong rambutnya, sambil mewanti-wanti agar potongan rambutnya harus 'kekinian'.

"Beres bos," ujar Ahjar (18) capster 'Di Mari Cukurnya' yang mengeksekusi rambut saya sore ini.

Interior di dalam "Di Mari Cukurnya" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Interior di dalam "Di Mari Cukurnya" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Sambil dicukur, saya pun melihat-lihat interior ruangan. Seperti halnya seragam bang Ahjar, ruangan dalam didominasi warna oranye. Ada beberapa kursi dan sebuah koper vintage yang disulap menjadi meja. Ada pula beberapa rak yang diisi sejumlah gel rambut dan pomade, serta alat-alat salon lainnya.

Kalau di luar ada pantun unik, di dalam ruang cukur ada beberapa kata motivasi yang ditujukan untuk pengunjung. Sebuah kalimat berbunyi 'miliki cita-cita besar' dengan gambar kartun kelinci dan sebuah wortel besar, dipajang di satu sudut ruangan. Ada pula password wifi yang disediakan untuk pengunjung yang ingin terhubung ke akses internet.

Ahjar mengatakan barber shop ini baru dibuka 4 bulan yang lalu, dan dalam sehari ada 8 hingga 9 pelanggan yang datang untuk potong rambut di sana. Namun di akhir pekan bisa bertambah menjadi 15 orang.

Rak di ruang "Di Mari Cukurnya" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rak di ruang "Di Mari Cukurnya" (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Pemuda asal Garut ini mengaku bahwa barber shop ini aktif dipromosikan sang pemilik di media sosial.

"Si bos aktif mempromosikan di socmed. Sama ada kursi pijat juga," ucapnya.

Hal itu dibenarkan Ibad (22), manajer 'Di Mari Cukurnya'. Karena promosi gencar di media sosial, dia mengaku omset yang mereka dapat per-hari cukup lumayan. Lalu, dari mana sih ide kreatif membuat pantun-pantun unik dan kata motivasi sebagai dekorasi barber shop itu?

Capster "Di Mari Cukurnya", Dicky dan Ahjar. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Capster "Di Mari Cukurnya", Dicky dan Ahjar. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

"Kami ingin mencoba inovasi baru, lalu Rp 300 dari tarif cukur disisihkan untuk anak yatim. Tulisan-tulisan inspirasi juga untuk kebaikan orang banyak," jelas pemuda asal Cianjur yang sudah 4 tahun merantau di Ibukota ini.

Ibad berharap, ke depannya 'Di Mari Cukurnya' menjadi populer karena mereka tak hanya akan menawarkan jasa cukur dan potong rambut saja, pelanggan juga diajak untuk beramal dan berbuat kebaikan. Meski begitu, bukan berarti 'Di Mari Cukurnya' tak akan menambah pelayanan lain di masa depan.

Rp 300 dari tarif cukur disisihkan untuk anak yatim. Tulisan-tulisan inspirasi juga untuk kebaikan orang banyak,

"Sekarang bisa konsultasi model rambut, ada kursi pijat juga di sini. Ke depannya di sini mau ditambahin servis relaksasi untuk customer," kata dia.