Maulana Affandi, Tumbuh dan Berpulang dalam Pengabdian

Maulana Affandi, salah satu anggota Basarnas yang menjadi korban tewas dalam tragedi jatuhnya helikopter Dauphin di Desa Canggal, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (2/7).
Dikutip dari akun Facebook pribadinya, Si Affandi Kecil, Affandi merupakan pria kelahiran Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Ia merupakan lulusan SMA N 1 Kaliwungu.
Semasa SMA, ia aktif di berbagai kegiatan sosial. Karena itu juga, ia kemudian memutuskan untuk memilih pekerjaan menjadi anggota Basarnas. Ia pun lolos seleksi dan langsung ditempatkan menjadi anggota Basarnas Semarang.
Sebelum bekerja sebagai anggota Basarnas, ia terlihat begitu menikmati perjalanan kariernya. Di akun Facebooknya, ia kerap memosting aksi-aksinya menyelamatkan masyarakat yang tengah terkena musibah.
Salah satu aksi heroik yang diposting Affandi adalah mengevakuasi korban banjir Kendal. Banjir dahsyat tersebut terjadi pada bulan Februari 2014.
Selain itu masih banyak aksi-aksi lainnya yang dilakukan Affandi bersama kawan-kawannya di Basarnas Semarang.

Affandi memiliki seorang istri yang berprofesi sebagai seorang bidan yang bernama Linaena pada April 2015. Dari pernikahannya ia dikaruniai seorang anak laki-laki.
Di akun Facebooknya, ia juga sering memposting keceriaan sang buah hati. Ia terlihat begitu bahagia akan kehadiran anaknya tersebut.
Namun kini ia harus rela meninggalkan istri dan anak tercintanya selama-lamanya. Di tengah tugas mulianya, Affandi menghembuskan napas terakhirnya.
Affandi meninggal di tengah perjalannya menuju misi evakuasi korban letusan Kawasan Sileri di Dieng. Helikopter yang ditumpanginya bersama 7 kawannya crash dan jatuh di Desa Canggal, Temanggung, Jawa Tengah.
Jenazah Affandi telah diserahkan ke anggota keluarganya di Lanud Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Isak tangis mengiringi upacara penyerahan jenazah Affandi dan 7 orang lainnya.
Selanjutnya jenazah Affandi akan dikebumikan di kampung halamannya di daerah Kaliwungu siang ini.

