Mayat Sekuriti Ditemukan Mengapung di Waduk Jatiluhur: Tangan Terborgol

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengevakuasi jasad seorang petugas keamanan (security) yang ditemukan mengapung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengevakuasi jasad seorang petugas keamanan (security) yang ditemukan mengapung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Seorang petugas sekuriti berinisial S (42) ditemukan tewas mengapung di Waduk Jatiluhur, tepatnya di kawasan Tanggul Kayat, Kampung Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (24/7).

Saat pertama kali ditemukan sekuriti itu masih berpakaian dinas lengkap dan tangannya dalam kondisi terborgol ke belakang. Mayat korban pertama kali ditemukan warga di sekitar.

Kasat Polairud Polres Purwakarta AKP Jamal Nasir membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab tewasnya korban.

"Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan TKP, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan para saksi. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya," kata Jamal kepada wartawan.

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, rekan kerjanya mendapati pos jaga dalam keadaan kosong, sementara sepeda motor korban masih terparkir di dekat lokasi.

Korban sempat dihubungi melalui telepon, namun tidak memberikan respons. Tak lama kemudian, handy talky (HT) miliknya ditemukan di atas sebuah perahu di sekitar waduk.

Kemudian pada Jumat siang, korban ditemukan tewas mengambang di perairan Waduk Jatiluhur, tidak jauh dari lokasi ditemukannya HT. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam kerja.

"Kami bersama personel gabungan melakukan penyisiran, membantu evakuasi korban, mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan Satreskrim dalam penyelidikan lebih lanjut. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur," katanya.