Mayat Wanita Gunung Putri Bogor: Guru SD, Obrolan Terakhir Soal Bayar WiFi
·waktu baca 2 menit

Mayat wanita tergeletak di pinggir Jalan Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (6/12). Saat ditemukan, ia mengenakan mantel plastik berwarna biru dan celana hitam.
Mayat tersebut ternyata adalah Arifianti (41 tahun), guru SD kelas 3 di sebuah sekolah swasta di Depok.
“Kegiatan sehari-hari, mengajar. Biasanya pulang sore atau malam, seperti itu,” ujar Agus, mantan suami Arifianti, saat ditemui kumparan di rumah kontrakannya di Depok, Senin (8/12).
Obrolan Terakhir
Menurut Agus, mantan istrinya itu terakhir kali terlihat adalah pada pukul 07.00 WIB, Sabtu (6/12)—di hari yang sama ditemukan meninggal.
“Terakhir itu sekitar jam 7 sudah pergi dari rumah, tapi tidak ada informasi mau ke mana,” ujar Agus.
“Komunikasi terakhir soal akses internet. Jadi saya mencoba untuk menyelesaikan urusan internet, pembayaran-pembayaran kayak gitu. Itu aja interaksinya,” kata Agus.
Di saat yang sama, Agus pun pagi-pagi sudah di Jakarta, di rumah ibunya. Anak pun belajar.
“Kalau di-tracking, setelah zuhur antara pukul 13.00 WIB dan pukul 14.00 WIB itu sudah tidak ada komunikasi lagi,” ujar Agus.
Anak kandung korban, perempuan berinisial L, mengatakan ibunya sempat menelepon tapi tidak terangkat.
“Ibu missed call sebelumnya, menjelang pukul 11.00, perkara WiFi. Di situ masalahnya ternyata selesai, WiFi-nya sudah benar lagi,” ujarnya.
L mencoba menghubungi kembali ibunya sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu ponsel masih bisa dihubungi, tetapi tidak diangkat.
“Saya mendapatkan kabar ibu sudah tidak ada itu pukul 21.30 WIB,” ujarnya.
