Mayjen Maruli Tepis Jadi Pangkostrad karena Menantu Luhut: Lihat Track Record
ยทwaktu baca 2 menit

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah menunjuk Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menjadi Pangkostrad. Maruli akan menempati posisi itu usai lama kosong ditinggal Dudung Abdurachman yang diangkat menjadi KSAD.
Pengangkatan Maruli kerap dikaitkan publik terkait hubungannya dengan Menko Marves Luhut Pandjaitan. Sebab Maruli merupakan menantu dari Luhut.
Menyikapi isu ini, Maruli membantah.
"Kami tidak begitulah, kami pikir ya kenapa harus menginginkan suatu tanggung jawab terlalu tinggi tinggi, tanggung jawabnya besar, mengerjakan mengerjakan seperti itu saya harus memulai lagi menata segala macam," kata Maruli di Korem 163/Wirastya, Kota Denpasar, Bali, Senin (24/1).
Maruli mengatakan, sejatinya dirinya pernah bekerja bertahun-tahun menjadi pengamanan kepresidenan era Jokowi. Sehingga dirinya cukup mengenal karakter Jokowi.
"Apa salah jadi kalau saya dekat (dengan Presiden) yang ngangkat saya bukan saya sendiri, saya terus terang pribadi, saya tahu persis Presiden itu bagaimana bekerjanya, kebetulan saya bertahun-tahun dengan beliau," ucap dia.
Maruli pernah menjabat Komandan Paspampres selama 2 tahun pada 2018 hingga 2020. Ia memastikan tidak pernah membicarakan posisi atau jabatan atas dirinya kepada Jokowi. Ia mengaku menerima dengan legowo setiap tugas yang diberikan Jokowi demi Indonesia.
"Saya rasa kalau saya harus bicara tentang jabatan saya ke beliau (Jokowi), saya tidak tega lagi kalau melihat cara kerja beliau. Jadi, saya sama sekali tidak ada satu kata pun mau jadi apa," jelas Maruli.
"Saya dikasih di Pangdam Udayana pun juga saya tidak tahu dulu, mau jadi Pangkostrad pun saya tidak tahu dulu saya tidak pernah terucap untuk mengatakan itu," kata dia.
Oleh sebab itu, ia mempersilakan kepada publik bicara apa. Namun, ia memastikan komitmen menjalankan tugas baru sebagai Pangkostrad akan dijalankan sebaik-baiknya. Toh, apabila menolak menjadi Pangkostrad, Maruli menyebut hal ini juga akan dikaitkan dengan Luhut.
"Kalau ada tanggapan begitu ya silakan-silakan saja lah, saya bekerja saja," Mau saya tolak juga berkaitan (dengan Luhut) bagaimana coba,"kata dia.
"Jadi ya itu, kalau orang menganggap hal seperti itu, kalau saran saya kalau mau jadi pengamat, amatilah dengan baik, bagaimana track recordnya ini itu intinya, sehingga kalau berbicara enak, tapi kalau dari jauh mengamatinya. oh ya udah lah itu memang dekat," tutup dia.
