Mayoritas Kasus Varian Omicron di Botswana Tak Bergejala dan Sudah Negatif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang warga Afrika Selatan mengenakan masker pada sebuah bilik. Foto: Francois Guillot/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang warga Afrika Selatan mengenakan masker pada sebuah bilik. Foto: Francois Guillot/AFP

Sebanyak 16 dari total 19 kasus varian Omicron yang ditemukan di Botswana, negara tetangga Afrika Selatan, dilaporkan tidak bergejala. Bahkan, mayoritas dari 19 kasus tersebut kini sudah negatif COVID-19.

Plt Direktur Kesehatan di Kementerian Kesehatan Botswana, Pamela Smith-Lawrence, pada Selasa (30/11) mengatakan tiga pasien varian Omicron mengalami gejala yang “sangat, sangat ringan.”

Dikutip dari Reuters, pada Jumat (26/11) pekan lalu, Pemerintah Botswana mengumumkan penemuan empat pasien COVID-19 yang terinfeksi varian ini. Keempatnya adalah warga negara asing.

Sejak saat itu, Botswana menemukan 15 kasus tambahan. Hingga saat ini, tercatat total 19 kasus varian Omicron yang terdeteksi.

Masih belum diketahui di mana varian Omicron ini pertama kali muncul. Namun, negara pertama yang mengumumkan penemuan varian ini adalah Afrika Selatan, pada Kamis (25/11) lalu.

Infografik WNA Dilarang Masuk Cegah Varian Omicron. Foto: Tim Kreatif kumparan

Empat kasus pertama itu tiba di Botswana pada 7 November. Mereka terkonfirmasi positif COVID-19 pada 11 November, dan mutasi-mutasi baru dari virus ini diketahui pada 22 November.

Kemudian, 14 dari 19 orang dengan varian Omicron ini adalah warga negara asing. Smith-Lawrence mengatakan, dalam dua hingga tiga pekan ke depan, Pemerintah Botswana akan memberikan kejelasan lebih jauh soal varian ini.

Salah satu keterangan yang bakal disampaikan adalah apakah virus ini lebih ganas dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Travel Ban Negara Selatan Afrika “Tidak Adil”

Penemuan varian Omicron, yang diketahui memiliki jauh lebih banyak mutasi, sontak membuat negara-negara panik.

Inggris langsung melarang penerbangan dari negara-negara di selatan Afrika, mulai dari Afsel, Lesotho, Eswatini, Mozambik, Malawi, hingga Zimbabwe. Larangan terbang atau travel ban ini langsung diterapkan oleh puluhan negara lainnya, termasuk Indonesia.

Ilustrasi tes swab COVID-19. Foto: VLADIMIR SIMICEK / AFP

Negara-negara yang kena travel ban ini langsung protes, termasuk Botswana.

“Keputusan untuk melarang warga negara kami bepergian ke sejumlah negara tertentu, diambil terlalu cepat dan bukan hanya tidak adil, tetapi juga tidak dapat dibenarkan,” tegas Presiden Botswana, Mokgweetsi Masisi.

“Mengenai varian baru ini, kami terus menerus memonitor indikator deteksi COVID-19 kami dan situasinya tetap stabil,” tutupnya.

Ia menambahkan, negaranya bahkan mengalami penurunan kasus, baik infeksi maupun kematian akibat COVID-19, dalam waktu tiga bulan terakhir.