kumparan
26 Agustus 2019 6:45

Mbah Sadiman, Sosok di Balik 11.000 Tanaman di Lereng Gunung Lawu

Mbah Sadiman yang Tanam 11 ribu pohon di Lereng Gunung Lawu
Mbah Sadiman yang Tanam 11 ribu pohon di Lereng Gunung Lawu Foto: BNPB
Sadiman atau akrab disapa Mbah Sadiman (68) merupakan seorang tokoh yang masih aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan di sekitaran lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Meski usianya tak lagi muda, hal itu tidak menjadi penghalang baginya untuk terus berkontribusi menjaga lingkungan.
ADVERTISEMENT
Selama 20 tahun lebih atau sejak 1996, Sadiman telah mengabdikan diri sebagai pekerja senyap dalam memulihkan ekosistem di lereng Gunung Lawu. Setidaknya lahan seluas 250 hektare di Bukit Gendol dan Bukit Ampyang, lereng Gunung Lawu, telah ia tanam lebih dari 11 ribu tanaman.
Hal itu bermula dari keresahannya akibat kerusakan lingkungan, penebangan, dan penjarahan hutan yang dilakukan warga dan berimbas pada kehidupan warganya sendiri. Lelaki tua itu melakukan semuanya sendiri, tanpa bayaran.
"Dulu, saya dianggap gila. Ketika (masyarakat) yang lain menanam tanaman pangan, saya malah menanam pohon beringin. Tapi sekarang, apa yang saya tanam itu bisa menghasilkan air untuk warga dan udara menjadi sejuk," kata Sadiman dalam keterangan tertulis Plh Kapusdatin BNPB Agus Wibowo, Senin (26/8).
ADVERTISEMENT
Sadiman berperan dalam menanam dan merawat puluhan ribu pohon yang berfungsi sebagai pengikat air penghidupan bagi warga desa dan sekitarnya. Berbagai tanaman, khususnya beringin, menjadikan desanya berlimpah air meskipun wilayah itu memasuki musim kemarau.
Mbah Sadiman, pria yang Tanam 11 ribu pohon di Lereng Gunung Lawu
Mbah Sadiman, pria yang Tanam 11 ribu pohon di Lereng Gunung Lawu Foto: BNPB
Ia memilih tanaman beringin karena tanaman ini memiliki kelebihan sebagai tanaman pencegah erosi. Selain itu, beringin yang ditanam sejak tahun 1996 di bawahnya memunculkan mata air.
Sekarang warga Desa Geneng di lereng Gunung Lawu sudah merasakan jerih payah dari seorang Mbah Sadiman. Masyarakat setempat mendapat aliran air secara gratis dan mandiri lebih dari 340 kepala keluarga.
Padahal, sebelum itu sempat terjadi peristiwa kebakaran hebat pernah melanda desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, kekeringan saat musim kemarau, banjir saat musim hujan. Akibatnya, petani tidak cukup mendapat air untuk tanaman dan warga kesulitan mendapatkan air.
ADVERTISEMENT
Penghargaan dari BNPB dan BRI
Berkat kepeduliannya dan usahanya yang gigih dalam melakukan penghijauan, Sadiman mendapatkan penghargaan berupa Apresiasi Dukungan Insan Inspiratif dari BNPB. Penghargaan tersebut diterimanya di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah pada Minggu (25/8).
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan apa yang telah dilakukan Sadiman layak dicontoh oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ia meminta masyarakat agar bisa terus menjaga lingkungan.
“Apa yang telah dilakukan oleh Mbah Sadiman kiranya bisa menjadi contoh bagi kita semua dan bisa mengikuti jejak langkah beliau dalam pelestarian lingkungan,” kata Lilik.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga memberikan dukungan dan penghargaan kepada Sadiman sebagai tokoh penyelamat lingkungan yang gigih dan semangat tanpa pamrih meski sudah mencapai usia lanjut. BRI mendukung gerakan menanam dan merawat pohon seperti yang dilakukan Sadiman selama 23 tahun terakhir ini.
BRI menyerahkan bantuan kepada Mbah Sadiman
BRI menyerahkan bantuan kepada Mbah Sadiman Foto: BNPB
ADVERTISEMENT
Wakil Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Joko Sudarmo menyerahkan dana sejumlah Rp 100 juta kepada Sadiman atas kepedulian yang tinggi kepada lingkungan dan kemanusiaan.
Sebelum mendapatkan penghargaan itu, pada awal Agustus lalu, BNPB juga telah memberikan penghargaan sebagai tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha (Penjaga Bumi yang Penuh Kebijakan). Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan ribuan orang seperti Mbah Sadiman.
“Meski usia sudah 68 tahun, beliau ini masih segar bugar dan semangat untuk menanam pohon. Bahkan alasan kenapa beringin yang ia tanam, antara lain selain kuat, penyuplai air dan udara, beringin juga dipercaya ada 'penunggunya', jadi warga tidak berani tebang. Ini unik dan menarik," ucap Doni Monardo.
ADVERTISEMENT
Penyerahan Apresiasi Dukungan Insan Inspiratif kepada Sadiman dihadiri pejabat DPRD Wonogiri, BPBD Provinsi Jawa Tengah, dan BPBD Kabupaten Wonogiri, Perwakilan BRI Pusat dan BRI Kantor Wilayah Yogyakarta, aparatur Kecamatan Bulukerjo dan murid sekolah setempat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan