Mbak Ita Selipkan Urban Farming ke Kurikulum Merdeka Belajar di Semarang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Plt Walkot Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Plt Walkot Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Foto: Dok. Istimewa

Upaya mewujudkan ketahanan pangan di Kota Semarang terus digalakkan Plt. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita.

Pihaknya bahkan berencana memasukkan mata pelajaran sistem bercocok tanam perkotaan atau urban farming ke dalam Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah-sekolah di Semarang.

"Kebetulan nilai-nilai yang terdapat dalam kegiatan ini (urban farming) terkait dengan yang terdapat di Kurikulum Merdeka Belajar. Dengan kegiatan yang mulai dilaksanakan di sekolah, maka diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian serta kesadaran dalam diri anak-anak dan menguatkan kerekatan antara orang tua dengan anaknya," ujar Mbak Ita di Balai Kota Semarang, Kamis (5/1).

Ilustrasi urban farming. Foto: Lia Wanadriani Santosa/ANTARA

Di hadapan para Kepala TK, SD, dan SMP negeri, Mbak Ita juga menuturkan pentingnya pengajaran terkait ketahanan pangan kepada masyarakat, untuk mengantisipasi potensi krisis yang dapat terjadi di 2023.

“Jadi pada tahun 2022 kemarin, Presiden selalu mengingatkan bahwa tahun 2023 ini bisa terjadi krisis pangan dan krisis energi. Demikian pula akan terjadi resesi global, tapi semoga di Kota Semarang tidak terjadi," terang Mbak Ita.

Menurut Mbak Ita, pengajaran ketahanan pangan juga sepatutnya diberikan kepada anak-anak sekolah, sehingga turut memberi peran terhadap orang tua siswa.

“Kalau anak-anak ini bisa diajak serta melakukan kegiatan pasti akan nular ke bapak ibunya. Buktinya, pada saat saya acara di beberapa SD, SMP, SMA itu di dalam komite orang tuanya ada kegiatan dan mengikuti masak, ikut panen, kemudian juga membuat bazaar. Hal ini yang kemudian bisa memberikan pendidikan karakter kepada anak didik kita semua,” bebernya.

Mbak Ita berharap, dengan melihat potensi yang ada pada program tersebut, maka dapat membantu menjaga energi dan ketahanan pangan di Kota Semarang.