MBG yang Sebabkan 269 Siswa Keracunan di Pati Positif Mengandung 3 Jenis Bakteri

Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang membuat 269 siswa sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ternyata mengandung setidaknya tiga jenis bakteri.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Zulfachmi Wahab mengatakan, sampel makanan yang diuji di laboratorium yakni nasi bakar, tempe kering, mentimun, semangka, dan kerupuk.
"Ini memang ditemukan positif bakteri," ujar Zulfachmi kepada wartawan, Rabu (23/9).
Ia menjelaskan, pada nasi bakar ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli), Bacillus sp., dan Bacillus cereus. Sementara di sampel timun positif mengandung Staphylococcus aureus.
"Kemudian di sampel kering tempe ditemukan (bakteri) Bacillus sp dan Bacillus cereus," jelas dia.
Selain itu, sampel muntahan siswa juga positif mengandung bakteri Bacillus sp. dan Bacillus cereus.
"Kumannya Bacillus itu paling banyak di saluran pencernaan atau usus,” kata Zulfachmi.
Sementara pada sampel feses ditemukan E. coli dan Staphylococcus aureus. Ia menyebut paparan bakteri itu bisa dari tangan penjamah makanan atau dari cemaran air.
"Bahwa kalau dia ada dari E. coli, paling besar kemungkinan dari cemaran air. Kalau aureus paling mungkin dari tangan penjamah makanan," tegas dia.
Ia menegaskan, setelah positif ditemukan bakteri, Dinas Kesehatan akan memberikan rekomendasi, terutama pada pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk melakukan perbaikan.
“Misalnya terkait E.coli-nya, berarti perbaikan sanitasi, terutama penyediaan air bersih. Kemudian biasanya airnya harus difilter," kata dia.
Sebelumnya, sebanyak 269 siswa yang berasal dari tiga sekolah, yakni SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum, mengalami keracunan usai menyantap MBG pada awal September 2026.
Saat itu, 210 siswa harus menjalani rawat jalan dan 59 korban menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Rinciannya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati sebanyak 24 korban, RS Mitra Bangsa 13 korban, RS KSH 20 korban, dan Fastabiq Sehat 2 korban.
