MBS Sebut Makin Dekat dengan Israel, Bagaimana Nasib Palestina?

21 September 2023 7:42 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS di Istana Mina menerima tamu negara asing yang melaksanakan haji, Kamis (29/6/2023). Foto: Dok. Ministry of Media KSA
zoom-in-whitePerbesar
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS di Istana Mina menerima tamu negara asing yang melaksanakan haji, Kamis (29/6/2023). Foto: Dok. Ministry of Media KSA
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (Pangeran MBS) kembali menegaskan penyelesaian masalah Palestina adalah syarat utama untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
ADVERTISEMENT
Pernyataan terbaru MBS yang juga Perdana Menteri itu mengemuka dalam wawancara khusus dengan jaringan televisi AS, Fox News, yang disiarkan lengkap pada Kamis (21/9) pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 05.00 WIB.
Dalam foto yang beredar, wawancara dalam bahasa Inggris itu dilakukan di NEOM, kota baru — yang juga proyek ambisius — yang sedang dibangun Arab Saudi.
Mengutip Saudi Gazette, Pangeran MBS menyebut pembicaraan yang sedang berlangsung antara Arab Saudi dan Israel yang bertujuan untuk membentuk perjanjian bersejarah untuk menjalin hubungan diplomatik.
Polisi Israel menangkap warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa setelah penggerebekan di situs di Kota Tua Yerusalem selama bulan suci Ramadhan, Rabu (5/4/2023). Foto: Mahmoud Illean/AP Photo
Namun, MBS menekankan bahwa penyelesaian masalah Palestina tetap menjadi faktor penting dalam potensi perjanjian normalisasi.
“Bagi kami, persoalan Palestina sangat penting. Kita perlu menyelesaikan bagian itu,” kata MBS
ADVERTISEMENT
“Dan kami terus melakukan negosiasi yang baik hingga saat ini,” lanjut anak Raja Salman ini.
Pangeran MBS berharap jika kesepakatan dengan Israel tercapai, akan meringankan kehidupan warga Palestina dan berkontribusi pada peran Israel sebagai pemain kunci di Timur Tengah.

Israel Ngebet

Joe Biden saat bertemu Benjamin Netanyahu di kantor perdana menteri di Yerusalem pada 9 Maret 2016. Foto: Debbie Hill/ POOL/ AFP
Israel, dengan dimakelari AS, sangat ngebet bisa menjalin hubungan diplomatik dengan dua negara, yaitu: Arab Saudi, negara yang menjadi pemimpin dunia Arab dan dunia Islam; dan Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar.
Memiliki hubungan resmi dengan kedua negara itu akan menguntungkan Israel, termasuk dalam menghadapi musuh bebuyutannya, Iran.
Baru-baru ini, muncul kabar Riyadh menghentikan negosiasi dengan Israel karena MBS kesal negara zionis pimpinan PM Netanyahu itu enggan menerima syarat berdirinya negara Palestina yang merdeka.
ADVERTISEMENT
Buru-buru Kemlu AS menyangkal dengan mengatakan, "Pembicaraan sedang berlangsung dan kami menantikan pembicaraan lebih lanjut dengan kedua pihak."

Solusi Dua Negara

Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud bertemu dengan Menlu RI Retno Marsudi pada Pertemuan Menlu G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 8 Juli 2022. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Sama seperti Indonesia, Arab Saudi menyatakan bahwa solusi dua negara adalah syarat menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
“Solusi dua negara harus kembali dikedepankan,” kata Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dalam wawancara dengan TV Al Arabiya di sela kehadirannya di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Senin (18/9).
Menurut Farhan, tidak akan ada solusi konflik Palestina–Israel tanpa pembentukan negara Palestina merdeka.
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Perdana Menteri Palestina Mohammad IM Shtayyeh memeriksa pasukan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Indonesia juga konsisten pada sikapnya sesuai konstitusi. Terbaru, disampaikan Presiden Jokowi saat berpidato soal Piala Dunia U-20 — yang batal digelar di Indonesia karena keikutsertaan Israel — yang disiarkan melalui kanal Sekretariat Presiden, Selasa (28/3/2023).
ADVERTISEMENT
“Prinsip negara kita Indonesia yang selalu konsisten dan teguh dalam memperjuangkan dan mendukung kemerdekaan bangsa Palestina dan mendukung penyelesaian two-state solution negara Israel dan negara Palestina merdeka. Ini sesuai dengan konstitusi menolak penjajahan dalam bentuk apa pun,” ungkap Jokowi.