Medan Dilanda Hujan Es, BMKG: Ada Awan Cumulonimbus, Suhu Udara Tiba-tiba Dingin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi hujan es Foto: thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hujan es Foto: thinkstock

Media sosial dihebohkan dengan fenomena hujan es yang melanda wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Tampak salah satu unggahan warga di memperlihatkan bongkahan es dari hujan yang turun.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, membenarkan fenomena hujan es tersebut di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, pada Rabu (23/9) sekitar pukul 15.20 WIB.

Ia mengatakan, hujan es biasanya terjadi karena ada awan Cumulonimbus dan intensitas hujan cukup tinggi disertai angin kencang.

"Iya benar (hujan es). Hujan es biasanya terjadi dari awan Cumulonimbus. Berdasarkan data pengamatan BBMKG Wilayah I sekitar pukul 15.20 WIB terjadi hujan lebat di sebagian wilayah Kota Medan yang disertai dengan angin yang cukup kencang mencapai 19 knot," kata Hendro saat dikonfirmasi.

Hendro menuturkan, hujan es terjadi berawal langit cepat berubah menjadi gelap atau pekat sebelum hujan terjadi. Lalu, angin tiba-tiba kencang dan berubah arah serta suhu udara lebih terasa dingin dengan suhu dari 32,6°C pada pukul 15.00 WIB menjadi 26°C pada pukul 16.00 WIB. Akibatnya, air hujan membentuk sebuah bongkahan es.

"Suhu udara dapat terasa lebih dingin. Hujan turun sangat deras dalam waktu relatif singkat, sering disertai petir dan guntur dengan berdasarkan citra radar Medan tampak potensi hujan lebat di sekitar Medan Johor dan sekitarnya," imbuh Hendro.

Berdasarkan hasil analis angin yang tersebar di wilayah Sumatera Utara adanya konvergensi dan belokan angin, khususnya di pesisir timur Sumatera Utara. Lalu, labilitas udara yang cukup labil sehingga potensi munculnya awan-awan cukup tinggi.

Salah satu saksi bernama Saul (25) warga Johor, mengatakan bahwa ia baru pertama kali melihat fenomena hujan es tersebut. Awalnya, hujan turun secara perlahan yang disertai dengan angin. Tiba-tiba suara seng di tempat bengkelnya bunyi.

"Kalau di sini baru pertama nampak hujan es yang betul-betul nampak pantulannya itu langsung 'Tak tak'. Sempat masuk ke bengkel juga. Jadi memang di situ aneh lah, karena kan jatuh ke lantai langsung nyembur ke kita. Memang hujan es rupanya," ucap Saul saat dikonfirmasi.

Saul menuturkan, hujan es itu tidak berlangsung lama hanya sekitar 15 menit. Beruntung, tak ada kaca yang pecah di area bengkelnya. Bongkahan es itu bervariasi, ada yang kecil dan besar.

"Enggak ada sih (kaca pecah). Karena durasi hujannya di tempat aku berhenti itu kurang lebih setengah jam, 10 menit pertama hujan biasa, 15 menit hujan es," pungkas Saul.