Megawati: Apa Tentara Boleh Berpolitik? Saya Katakan Tidak

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembekalan kepada calon perwira remaja TNI (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pembekalan kepada calon perwira remaja TNI (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri sore ini memberikan pembekalan terhadap calon perwira remaja TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam pidatonya, Megawati sempat menyinggung mengenai peran TNI di dalam dunia politik.

Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP ini menilai TNI tidak boleh berpolitik.

"Saya katakan, apakah tentara boleh berpolitik? Saya katakan no. Kalau belajar politik dan dialog? Yes," ujar Megawati saat menyampaikan pidatonya, Jumat (21/7).

Ketum PDIP ini beralasan TNI tidak diperbolehkan berpolitik karena posisi mereka yang sudah istimewa.

"Kenapa? karena kalian itu sudah istimewa lho. Cuma kalian yang enggak perlu izin kalau bawa-bawa pistol. Jadi saya katakan, kalau mau belajar politik, silakan. Karena itu penting untuk pemikiran kalian. Tapi kalau mau berpolitik, jelas, no," tuturnya.

Pembekalan kepada calon perwira remaja TNI (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pembekalan kepada calon perwira remaja TNI (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Dalam kesempatan itu, Megawati juga mengingatkan seluruh personel TNI agar selalu melaksanakan seluruh perintah Presiden. Sebab, Presiden merupakan panglima tertinggi.

"Intinya, apapun yang dicanangkan Presiden sebagai kepala negara itu yang harus kita laksanakan. Kalau Presiden amanatkan bersatu, ya kita harus bersatu," tuturnya.

Acara pembekalan ini juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kasal Laksamana Madya TNI Ade Supandi, dan KSAD Jenderal Mulyono.