Megawati Bertemu Dubes Kuba-Kuwait, Bahas Dampak Ketegangan Geopolitik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menerima  Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5). Foto: Dok. PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5). Foto: Dok. PDIP

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, dan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5).

Dalam dua pertemuan terpisah itu, Megawati membahas berbagai dampak ketegangan geopolitik global, mulai dari tekanan ekonomi terhadap Kuba hingga konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan, serta politikus PDIP M. Guntur Romli.

Dalam pertemuan, Dubes Kuba, Dagmar Gonzalez Grau, memaparkan kondisi perekonomian Kuba yang mengalami tekanan akibat kebijakan Amerika Serikat. Ia juga menjelaskan dampak krisis energi dan listrik terhadap sektor pariwisata yang menjadi andalan ekonomi Kuba.

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5). Foto: Dok PDIP

Menurut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam pertemuan itu juga dibahas peluang kerja sama Kuba dengan Indonesia di bidang kesehatan dan riset, termasuk dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kesehatan, hingga sejumlah rumah sakit di Indonesia.

“Selain kerja sama dengan BRIN di bidang kesehatan, khususnya mengembangkan obat kanker dan juga vaksin halal serta obat-obatan juga mendorong terwujudnya kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, mereka juga berharap bisa kerja sama dengan beberapa rumah sakit seperti RS Harapan Kita dan RS Pusat Otak Nasional (RS PON),” jelas Hasto.

“Kepada Dubes Kuba, Ibu Megawati mengatakan kesehatan penting sekali untuk rakyat sehingga ketika saat menjabat presiden berinisiatif membangun RS PON,” lanjutnya.

Hasto juga mengatakan Megawati sempat bernostalgia mengenai kunjungannya ke Kuba pada 2011 lalu.

“Ibu Mega bernostalgia ketika berkunjung ke Kuba melihat secara langsung pabrik cerutu. Ternyata ada insentif bagi pekerja yang bisa mencapai target, kemudian ketika ada produksi lebih dari target maka kelebihan itu menjadi hak pekerja tersebut,” kata Hasto.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers usai Peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2026 DPP PDIP di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Dubes Kuba turut menjelaskan program pemberantasan buta huruf yang telah diterapkan Kuba di 30 negara dan menjangkau 10 juta orang.

Menanggapi berbagai tekanan yang dialami Kuba, Megawati menekankan pentingnya solidaritas antarnegara merdeka dan berdaulat, termasuk melalui perjuangan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam kesempatan itu, Dubes Kuba menyerahkan buket bunga mawar, parfum berbahan bunga Mariposa Putih yang merupakan bunga nasional Kuba, serta cerutu Kuba kepada Megawati.

“Setelah menerima parfum, Ibu Mega spontan menjelaskan bahwa Beliau juga telah memiliki bunga Mariposa Putih yang ditanam di kebunnya di Bali,” ujar Basarah.

Megawati juga memberikan miniatur Candi Borobudur dan satu set cangkir tradisional sebagai cendera mata.

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5). Foto: Dok. PDIP

Sementara, dalam pertemuan dengan Dubes Kuwait, pembahasan berfokus pada konflik di Timur Tengah, termasuk situasi Palestina, perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, hingga dampaknya terhadap kawasan Teluk.

Menurut Hasto, Dubes Kuwait, Khalid, menyampaikan apresiasi atas dukungan historis Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina dan menyebut perjuangan antikolonialisme Indonesia menjadi inspirasi bagi banyak negara Arab.

“Duta Besar Kuwait memuji peran kepemimpinan Indonesia di dunia melalui semangat Bandung, yaitu nilai solidaritas, perdamaian, dan anti-kolonialisme yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika, yang turut berkontribusi terhadap kemerdekaan Kuwait,” kata Hasto.

Menanggapi hal itu, Megawati mengatakan Indonesia memiliki peran geopolitik penting dalam Konferensi Asia-Afrika.

“Salah satu poin penting dalam kesepakatan Konferensi Asia-Afrika adalah dukungan terhadap kemerdekaan Palestina,” ujar Megawati.

Megawati juga mengaku sedih melihat dampak perang terhadap masyarakat sipil di kawasan konflik.

“Sebagai seorang ibu, saya merasakan kesedihan mendalam atas dampak perang yang tidak menentu terhadap nasib anak-anak dan para ibu di negara-negara yang dilanda konflik,” ujar Megawati.

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan orasi kebangsaan dalam pengukuhan Prof. Dr. Arief Hidayat sebagai Profesor Emeritus bidang Hukum Tata Negara di Universitas Borobudur. Foto: Dok. PDIP

Khalid pun menegaskan negaranya bukan pihak dalam konflik bersenjata di kawasan dan menolak penggunaan wilayah maupun ruang udaranya sebagai titik awal serangan terhadap negara lain.

Namun, ia menyebut Kuwait tetap menghadapi serangan yang menyasar fasilitas sipil seperti bandara, instalasi minyak, fasilitas pengolahan air, hingga gedung pemerintah.

“Posisi tersebut telah disampaikan kepada Iran, namun diabaikan dan serangan terhadap Kuwait terus berlanjut. Kami berharap Indonesia, dengan posisi internasionalnya yang terhormat, dapat turut mendukung upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah,” ujar Dubes Khalid.

Pertemuan itu juga membahas pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan internasional demi menjaga stabilitas pasar energi global.

Hasto mengatakan kepemimpinan Megawati saat ini terus mendapat perhatian dunia internasional, ditandai dengan intensnya komunikasi sejumlah duta besar negara sahabat dengannya.