Megawati: Bukannya Sombong, tapi Apa yang Saya Sampaikan Diambil Banyak Kalangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP.
 Foto: PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP. Foto: PDIP

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri hadir dalam acara Kick Off Penurunan Stunting oleh BKKBN secara hybrid di Gedung Puri Ardhya Garini, Jakarta, pada Senin (8/8).

Dalam pidatonya, ia menyebut kerap mendapat undangan dari berbagai penyelenggara acara dalam membicarakan beragam topik. Mulai dari isu politik, keamanan, ekonomi hingga kesehatan.

Namun, Megawati mengaku dirinya punya gaya bicara sendiri yang tidak pernah berubah, meskipun dirinya sudah bergelar doktor honoris causa dan profesor.

"Saya ini memang banyak sekali undangan, bukan untuk menyombongkan diri, tapi ada arti dan maksud, mengapa hal yang saya sampaikan itu dapat diambil oleh banyak kalangan," tuturnya.

Orang yang selalu mengajaknya diskusi, imbuh Mega, salah satunya adalah Presiden Joko Widodo. Salah satunya terkait perwujudan tahun emas di 2045.

"Saya mengatakan kepada beliau, bapak itu keinginan luar biasa yang saya dukung. Persoalannya, implementasi menuju 2045 bagaimana?"

Ia pun menyoroti masalah stunting yang masih tinggi. Namun, cara yang dilakukan masih seremonial dan harus lebih banyak turun langsung kepada masyarakat.

"Saya sebagai seseorang yang penuh pengalaman, bukan untuk menyombongkan diri dan sebagai salah satu ketua partai, satu-satunya ketua partai perempuan, kalau soal itu saya mau sombong," ujarnya.

"Saya mempunyai gelar profesor dan honoris kausa dokter, yang sering kali saya berpikir, apakah harus mengubah cara dan gaya saya berbicara, gaya bicara saya sebenernya sangat praktis, lugas, karena terbiasa berbicara dengan rakyat. Jadi masalah seremonial, menurut saya seharusnya perlu dikurangi," ujarnya.

Dalam acara tersebut, BKKBN pun meluncurkan buku resep bergizi 'Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas Indonesia' yang bertujuan untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. Buku tersebut digagas oleh Megawati.