Megawati Ingatkan soal Gelar Pahlawan: Hati-hati, Jangan Gampang Dong

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri rangkaian puncak peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Tumur pada Sabtu (1/11/2025). Foto: Dok. PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri rangkaian puncak peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Tumur pada Sabtu (1/11/2025). Foto: Dok. PDIP

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan soal pemberian gelar pahlawan. Pemberian gelar pahlawan biasanya diberikan pemerintah pada November bertepatan dengan hari pahlawan.

Megawati menilai, pemberian gelar pahlawan kepada seseorang tidak boleh sembarangan. Ada sejarah dan latar belakang yang harus dinilai benar-benar.

"Hati-hati kalau mau jadiin pahlawan itu jangan gampang dong. Kalau Bung Karno bener pahlawan karena saya berani bertanggung jawab," ujar Megawati saat Seminar KAA di Blitar, dikutip dari YouTube PDI Perjuangan, Minggu (2/11).

Megawati begitu emosional saat menceritakan bagaimana Bung Karno seperti dilupakan begitu saja. Dia ingat betul Bung Karno diasingkan tanpa pengadilan, tanpa mendapat keadilan.

"Dia enggak ditahan, dia diisolasi aja. Saya nanya, kalau tahanan mana kertasnya supaya saya bisa ngadep ke mana, ke mana, never tidak ada," ungkap dia.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik saat perayaan HUT ke 52 PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (10/1/2025). Foto: Youtube/PDI Perjuangan

Ketum PDIP itu heran, bukan keadilan yang didapat Bung Karno. Malah muncul TAP MPR. Bung Karno bahkan tidak diizinkan dimakamkan di TMP Kalibata sampai akhirnya dimakamkan di Blitar.

"Dia Presiden seumur hidup, tapi isinya TAP-nya seperti dia mau kudeta. Kudeta sopo? Goblok apa enggak? Masa Bung Karno mau mengkudeta Presiden Sukarno. Nanti silakan baca," ujar dia.

"Sudah begitu apa, katanya kerja sama dengan partai terlarang komunis. Lho apa iyo, bapakku tuh pinter, masa mau cari temen yang sudah terlarang. Gak masuk akal. Tapi tidak ada yang membela dia, tidak ada yang mengatakan bahwa itu tidak benar," ucap dia.

Saat ini, Dewan Gelar Pahlawan tengah menggodok 40 nama untuk diberikan gelar pahlawan tahun ini. Ada berbagai nama besar, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto.

Berikut daftar lengkap 40 nama calon pahlawan:

Usulan Baru 2025

  1. KH. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur

  2. Demmatande – Sulawesi Barat

  3. KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat

  4. Marsinah – Jawa Timur

Usulan Tunda 2024

  1. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat – Diusulkan tahun 2011

  2. Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku – Diusulkan tahun 2023

  3. Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta – Diusulkan tahun 2010

  4. Letnan Kolonel (Anumerta) Charlis Choesj Taulu – Sulawesi Utara – Diusulkan tahun 2023

  5. Mr. Gele Harun – Lampung – Diusulkan tahun 2023

  6. Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2019

  7. Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo – Diusulkan tahun 2021

  8. Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2010

  9. Muhammad Marzuki – Riau – Diusulkan tahun 2022

  10. Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh – Diusulkan tahun 2021

  11. Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur – Diusulkan tahun 2012

  12. Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan – Diusulkan tahun 2010

  13. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara – Diusulkan tahun 2020

  14. Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa Barat – Diusulkan tahun 2024

  15. K.H. Wasyid – Banten – Diusulkan tahun 2024

  16. Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2024

Usulan Memenuhi Syarat Diajukan Kembali (2011–2023)

  1. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2021

  2. K.H. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2010

  3. H.M. Soeharto – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2010

  4. KH. Bisri Syansuri – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2020

  5. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat – Diusulkan tahun 2012

  6. Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan – Diusulkan tahun 2010

  7. H.B. Jassin – Gorontalo – Diusulkan tahun 2022

  8. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat – Diusulkan tahun 2022

  9. Mr. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2023

  10. dr. Kariadi – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2020

  11. R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2023

  12. Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2023

  13. Raden Soeprapto – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2010

  14. Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta – Diusulkan tahun 2018

  15. KH. Sholeh Iskandar – Jawa Barat – Diusulkan tahun 2023

  16. Syekh Sulaiman Ar-Rasulu – Sumatera Barat – Diusulkan tahun 2022

  17. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara – Diusulkan tahun 2021

  18. Professor Doktor Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku – Diusulkan tahun 2021

  19. Chatib Sulaiman – Sumatera Barat – Diusulkan tahun 2023

  20. Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri – Sulawesi Tengah – Diusulkan tahun 2010