Megawati Ingatkan soal Gelar Pahlawan: Hati-hati, Jangan Gampang Dong
·waktu baca 4 menit

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan soal pemberian gelar pahlawan. Pemberian gelar pahlawan biasanya diberikan pemerintah pada November bertepatan dengan hari pahlawan.
Megawati menilai, pemberian gelar pahlawan kepada seseorang tidak boleh sembarangan. Ada sejarah dan latar belakang yang harus dinilai benar-benar.
"Hati-hati kalau mau jadiin pahlawan itu jangan gampang dong. Kalau Bung Karno bener pahlawan karena saya berani bertanggung jawab," ujar Megawati saat Seminar KAA di Blitar, dikutip dari YouTube PDI Perjuangan, Minggu (2/11).
Megawati begitu emosional saat menceritakan bagaimana Bung Karno seperti dilupakan begitu saja. Dia ingat betul Bung Karno diasingkan tanpa pengadilan, tanpa mendapat keadilan.
"Dia enggak ditahan, dia diisolasi aja. Saya nanya, kalau tahanan mana kertasnya supaya saya bisa ngadep ke mana, ke mana, never tidak ada," ungkap dia.
Ketum PDIP itu heran, bukan keadilan yang didapat Bung Karno. Malah muncul TAP MPR. Bung Karno bahkan tidak diizinkan dimakamkan di TMP Kalibata sampai akhirnya dimakamkan di Blitar.
"Dia Presiden seumur hidup, tapi isinya TAP-nya seperti dia mau kudeta. Kudeta sopo? Goblok apa enggak? Masa Bung Karno mau mengkudeta Presiden Sukarno. Nanti silakan baca," ujar dia.
"Sudah begitu apa, katanya kerja sama dengan partai terlarang komunis. Lho apa iyo, bapakku tuh pinter, masa mau cari temen yang sudah terlarang. Gak masuk akal. Tapi tidak ada yang membela dia, tidak ada yang mengatakan bahwa itu tidak benar," ucap dia.
Saat ini, Dewan Gelar Pahlawan tengah menggodok 40 nama untuk diberikan gelar pahlawan tahun ini. Ada berbagai nama besar, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto.
Berikut daftar lengkap 40 nama calon pahlawan:
Usulan Baru 2025
KH. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur
Demmatande – Sulawesi Barat
KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat
Marsinah – Jawa Timur
Usulan Tunda 2024
Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat – Diusulkan tahun 2011
Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku – Diusulkan tahun 2023
Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta – Diusulkan tahun 2010
Letnan Kolonel (Anumerta) Charlis Choesj Taulu – Sulawesi Utara – Diusulkan tahun 2023
Mr. Gele Harun – Lampung – Diusulkan tahun 2023
Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2019
Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo – Diusulkan tahun 2021
Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2010
Muhammad Marzuki – Riau – Diusulkan tahun 2022
Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh – Diusulkan tahun 2021
Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur – Diusulkan tahun 2012
Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan – Diusulkan tahun 2010
Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara – Diusulkan tahun 2020
Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa Barat – Diusulkan tahun 2024
K.H. Wasyid – Banten – Diusulkan tahun 2024
Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2024
Usulan Memenuhi Syarat Diajukan Kembali (2011–2023)
Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2021
K.H. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2010
H.M. Soeharto – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2010
KH. Bisri Syansuri – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2020
Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat – Diusulkan tahun 2012
Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan – Diusulkan tahun 2010
H.B. Jassin – Gorontalo – Diusulkan tahun 2022
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat – Diusulkan tahun 2022
Mr. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur – Diusulkan tahun 2023
dr. Kariadi – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2020
R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2023
Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2023
Raden Soeprapto – Jawa Tengah – Diusulkan tahun 2010
Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta – Diusulkan tahun 2018
KH. Sholeh Iskandar – Jawa Barat – Diusulkan tahun 2023
Syekh Sulaiman Ar-Rasulu – Sumatera Barat – Diusulkan tahun 2022
Zainal Abidin Syah – Maluku Utara – Diusulkan tahun 2021
Professor Doktor Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku – Diusulkan tahun 2021
Chatib Sulaiman – Sumatera Barat – Diusulkan tahun 2023
Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri – Sulawesi Tengah – Diusulkan tahun 2010
