Megawati: Jangan Bikin Marah Barang Antik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato usai memberikan dukungan kepada sejumlah bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilkada 2024 di Jakarta, Kamis (22/8/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato usai memberikan dukungan kepada sejumlah bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilkada 2024 di Jakarta, Kamis (22/8/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri mengatakan dirinya sebagai barang antik yang menjadi saksi sejarah Indonesia. Dia mengingatkan orang-orang jangan sampai membuat dirinya marah.

Ketum PDIP itu awalnya menceritakan kisah kemerdekaan Indonesia yang merdeka usai ada perang dunia kedua yang telah diimajinasikan ayahnya, presiden pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Dia kemudian menyinggung bahwa dirinya mengenal sosok pahlawan nasional, Mohammad Yamin. Megawati menceritakan obrolannya dengan tokoh yang ikut membahas ideologi Indonesia, Pancasila.

"Bayangkan diskusinya. Lho saya kenal loh sama Pak Yamin, jadi jangan dipikir enggak kenal lho. Saya bilang 'Om, dulu ngamuk-ngamuknya gimana', 'Oh kalo sudah yang namanya mau ngomong tuh sampai lupa bahasa Indonesia', lho bahasa apa dong. 'Bahasa Belanda', yeh masa gitu. 'kan kita dijajah, Mega', itu Profesor Yamin loh," ujar Mega dalam pidatonya di DPP PDIP, Menteng, Jakpus, Kamis (22/8).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara HUT ke-79 RI di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Lantaran dirinya yang merupakan saksi sejarah, Mega merasa paham dengan sikap kenegarawanan dan Indonesia. Dia mengingatkan untuk jangan sampai membuat barang antik, dirinya, marah.

Jadi saya tadi bilang, saya ini barang antik loh. Jadi barang antik apa. Jadi saya lebih tau dari mereka-mereka yang sok tahu. Jangan bikin barang antik jadi marah ya."

--Megawati Soekarnoputri

Lalu dia pun menceritakan dirinya yang saat itu masih kecil, dibawa oleh ibunya, ibu negara Indonesia yang pertama, Fatmawati, dalam rapat penting para pendiri bangsa. Dia sering dioper-oper dari satu gendongan ke gendongan lainnya di antara Soekarno hingga Mohammad Hatta kala itu.

"Jadi saya kayak boneka dong. Mereka juga lucunya apa. Kenapa ibu saya bisa bercerita, karena pada waktu itu ibu saya sebagai first lady boleh ikut rapat oleh bung Karno. Jadi dia bisa bercerita. Jadi saya bilang, wah kalo lagi diskusinya ini, keras. Jadi kayak digini-gininya (digendong) keras. Jadi saya bilang, aduh jadi mainan dong saya di antara pendiri bangsa ini," tutur Mega.

Dia pun mengaku saat ini jadi suka mengucapkan 'gile'. Sebab, katanya, memang situasi saat ini sedang tidak tidak wajar.

"Ini ndak bohong loh, silakan. Dengan pasal apa. Lah iya loh. Gile. Saya sekarang suka ngomong gile. Emang gile tau enggak situasinya. Gile," tuturnya.