Megawati Kenang KPU Zaman Orba: Dulu LPU, Menurut Saya Itu Lebih Kuat
·waktu baca 2 menit

Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memberikan pidato politiknya di peringatan ulang tahun ke-51 partainya di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jaksel, Rabu (10/1). Dalam acara itu, Megawati mengenang lembaga pemilihan di zaman Orde Baru yang ia nilai lebih kuat.
"Dulu kan waktu zaman Orba itu LPU, Lembaga Pemilihan Umum, menurut saya itu lebih kuat. Lah tapi waktu reformasi itu dijadikan komisi. Saya selalu mengatakan, tapi selalu kayak saya dibully gitu," kata Megawati di acara tersebut.
Megawati menyebut, berbeda dengan lembaga, komisi sifatnya adalah ad hoc atau "dibentuk atau dimaksudkan untuk salah satu tujuan saja". Artinya sebuah komisi dapat dibubarkan kapan saja jika tugasnya dianggap sudah terpenuhi.
"Lah saya bilang komisi itu ada Pak Laoly (Yasonna Laoly, Menkumham), jawab saya, komisi itu sifatnya ad hoc kan? Bahwa suatu saat bisa dibubarkan, itu berulang kali saya ngomong. Jadi kan, aduh gimana sih?" lanjut Megawati.
Dalam pidatonya, Megawati juga menyinggung kinerja para penyelenggara pemilu, khususnya KPU dan Bawaslu. Ia berharap seluruh lembaga tersebut bisa bekerja dan memberikan ruang kepada rakyat untuk mengekspresikan suaranya dengan bebas, merdeka, dan berdaulat.
"Untuk KPU, Bawaslu, tolong dong kerja yang benar. Saya kan baca tuh di jalan ada apa itu, baliho, 'Pemilu Yang Demokratis'. Di mana ya saya lihat ada dua, kan saya mata itu suka lihat kalau lagi jalan. Lalu [baliho] 'Jujur, Adil, Luber, Langsung, Umum, Bebas'," ungkap Megawati.
"Langsung, umum, bebas, nah ini bebasnya, dan rahasia, jadi tidak digiring lho. Tolong ya," pungkasnya.
