Megawati Lihat Orang Papua Makan Ulat Sagu: Rakyat Kita Luar Biasa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Presiden RI ke-5 sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalamannya melihat langsung orang asli Papua memakan ulat sagu. Megawati mengaku kagum dengan itu.

Hal ini disampaikan Mega dalam peresmian Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati dan Kapal Kesehatan Rakyat di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Awalnya, Mega membahas masalah minimnya transportasi menuju kepulauan terpencil di bagian timur Indonesia. Menurutnya, masyarakat di sana mempunyai daya tahan tubuh yang kuat meski dengan pangan terbatas.

"Hebat lho yang namanya ketahanan rakyat kita itu, tanpa tersentuh saja mereka bisa. Kreativitasnya ada," ujar Mega, Sabtu (10/6).

Mega bercerita dipanggil dengan sebutan 'mama' oleh masyarakat Papua. Dia lalu diajak mencari ulat sagu.

"Oh caranya dipotong (pohon sagu), terus seperti dibelek, dikerok-kerok, sudah nih kalau itu untuk sagu, lalu berapa hari, membusuk keluar kan ulat segini-segini, sambil ngomong (masyarakat Papua) kalau ingat itu 'mereka enak lho mama' sambil dikunyah," tutur Mega.

"Saya sudah mikirnya cepet selesai deh jangan lagi, bayangin masih hidup-hidup guet-guet gitu nyam-nyam. Tapi itulah rakyat kita luar biasa," sambung dia.

Menurut Mega, hal tersebut merupakan kreativitas masyarakat Papua. Sebab, mereka bisa mencari sumber makanan yang bergizi meski tidak lumrah dikonsumsi.

Namun di sisi lain, Mega miris melihat hal ini. Untuknya, perlu ada pemerataan hingga masyarakat Papua bisa mendapatkan kehidupan yang layak.

"Kalau gizinya dilihat itu makannya gurih, gizinya banyak, nah itulah bagaimana kita akan membuat kesadaran itu menjadi sebuah kenyataaan bahwa yang saya alami itu harusnya dinikmati juga oleh banyak orang," tutup dia.