Megawati: Mereka yang Bilang Jokowi Diktator, Pengecut

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salam Pancasila ala Megawati (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Salam Pancasila ala Megawati (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali menyampaikan pembelaannya kepada Presiden Joko Widodo terkait penerbitan Perppu Ormas. Saat menjadi pembicara di dialog kebangsaan, Megawati memberi saran kepada Jokowi soal banyaknya kritik yang menyebut mantan Wali Kota Solo itu diktator.

"Mohon maaf waktu kemarin saya bela Presiden saya. Mungkin Anda baca dan viral di medsos yang saya bilang Presiden dibilang diktator, saya bilang sama beliau, malu buat apa ya," ujar Megawati saat menyampaikan pidatonya di dialog kebangsaan LIPI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8).

Ia juga menyesalkan telah disebut diktator. Padahal, Megawati terlibat langsung dalam era reformasi.

"Saya susah-susah bikin reformasi, sekarang langsung dibilang diktator. Saya bilang, 'eh orang itu pengecut.' Datang baik-baik, jangan ngomong lagi di medsos, bullying orang enggak jelas. Tunjukkan sikap kamu," kata Presiden kelima Indonesia itu.

Jokowi bersama Megawati. (Foto: Yudhistira Amran S./kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi bersama Megawati. (Foto: Yudhistira Amran S./kumparan)

"Bapak-bapak diktator, sebut opo, enggak boleh Presiden bikin Perppu? Saya juga pernah Presiden, boleh. Kenapa enggak boleh. Lalu kalau negara dalam keadaan bahaya piye? Nih tanya polisi tuh," lanjutnya.

Megawati menegaskan Jokowi menerbitkan Perppu karena kondisi negara yang sudah bahaya. Jika tidak, kata Megawati, maka pemerintah menyia-nyiakan pengorbanan para pendiri bangsa.

"Kalau saya ya, saya bela mati-matian, konstitusional. Seorang Presiden itu buat Perpres, Perppu. Memangnya enggak boleh apa? Boleh. Itu disebut membungkam, nah kalau aspirasinya enggak benar piye," ujarnya.