Megawati: Orang Asing Bilang Demokrasi Indonesia Buruk, Saya Ketawa Saja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya saat penyerahkan SK rekomendasi kepada calon-calon kepala daerah di Aula DPP PDIP, Jakarta, Rabu (14/8/2024).  Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya saat penyerahkan SK rekomendasi kepada calon-calon kepala daerah di Aula DPP PDIP, Jakarta, Rabu (14/8/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengungkapkan pernah mendapat cerita dari orang luar negeri yang menilai kondisi demokrasi yang buruk. Respons dia hanya ketawa saja saat mendengar hal tersebut.

“Aku ketawa saja, ya kamu bilang gitu buat saya thank you, masa gak malu orang luar negeri saja bilang gitu,” kata Megawati di DPP PDIP, Jakarta, Rabu (14/8).

Mega menyebut bahwa orang luar negeri pun tahu bahwa ada ketidaknetralan pada proses penyelenggaraan Pemilu lalu. Ia menyebut, hal itu bukanlah provokasi.

“Siapa yang mau nangkap saya, lalu saya dianggap provokasi, gak, masa mau zaman kayak Pak Harto, kan saya sudah bilang dipanggil polisi tiga kali sudah gitu Kejaksaan satu kali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden ke-5 itu juga menyinggung terkait kedaulatan parpol. Mega mengatakan, buat apa Pemilu diadakan kalau hasilnya sudah direncanakan.

“Tetangga saya, partai sebelah, enggak usah ngomong deh, prihatin, guna apa ada partai, padahal partai itu sah, dan itu adalah sebuah organisasi partai politik, yang hanya dia boleh mengikuti yang namanya Pemilu secara langsung sekarang,” ungkapnya.

“Apa boleh ormas ikut? Gak, tidak tahu kah kamu yang namanya konstitusi Indonesia UUD 1945 yang sudah berapa kali diamandemen,” pungkasnya.