Megawati: Orang Indonesia Pragmatis, Mau Gampangnya, Impor, Kenapa Tak Ekspor?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Megawati Soekarnoputri di acara seminar Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta. Foto: Youtube/@Untirta Official
zoom-in-whitePerbesar
Megawati Soekarnoputri di acara seminar Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta. Foto: Youtube/@Untirta Official

Ketum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, bicara sejumlah hal saat menghadiri acara seminar secara virtual bertajuk Membumikan Ide dan Gagasan Sukarno-Hatta. Salah satunya terkait ekspor dan impor.

Megawati mengatakan, dia pernah bicara ke Presiden Jokowi soal ekspor-impor. Menurut dia, orang Indonesia terlalu pragmatis sehingga dengan mudahnya melakukan impor. Padahal Indonesia punya hasil bumi yang bisa diekspor.

"Saya disuruh pak Jokowi jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN. Belum setahunlah. Kenapa? karena saya banyak bicara ke beliau. Bapak, kita ini segala apa, tapi riset ini, orang Indonesia ini maunya pragmatis, mau gampangnya aja, impor, impor. Kenapa enggak ekspor kedelai," kata Megawati saat memberi sambutan di seminar nasional yang digelar FRPKB secara virtual, Rabu (1/6).

Megawati menyebut, hasil pertanian dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Namun, kata dia, tak ada niat mengembangkan usaha pertanian sehingga selalu berakhir dengan impor.

"Saya yakin karena pernah di pertanian bisa memenuhi kebutuhan kita tapi kita enggak punya niat. Karena kalau impor kan lumayan gampang terbaca. Kalau mau menjawab monggo. Saya kan sama-sama profesor ya," ujar Megawati.

kumparan post embed

Megawati lalu mengingatkan, Presiden Jokowi menargetkan 2045 menjadi Indonesia emas. Hal itu harus benar-benar diwujudkan tidak hanya sekadar keinginan.

Jika terus berpikiran pragmatis, maka ia yakin target tersebut tidak akan tercapai.

"Tapi urusan ini loh karena ini realita banget. Kapan kita mau maju? Pak Jokowi bilang 2045 Indonesia emas. Itu boleh supaya visioner, kita memang kepingin maju. Itu yang namanya pertandingan. Kalau hanya kepingin maju tapi enggak ada niat, tahapannya gimana," tandasnya.