Megawati: Pemuda Bukan Sekadar Berusia Muda, tapi Berani Berpikir Kritis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan lewat video conference saat Merah Muda Fest di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (25/10/2026). Foto: Youtube/PDI Perjuangan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan lewat video conference saat Merah Muda Fest di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (25/10/2026). Foto: Youtube/PDI Perjuangan

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menegaskan pemuda tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga keberanian untuk berpikir kritis, bertindak, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Pesan itu disampaikan Megawati melalui video conference dalam puncak acara Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Minggu (25/10).

“Pemuda bukan sekadar mereka yang berusia muda, pemuda adalah mereka yang berani, berpikir kritis, mau bertindak dengan berani, dan bersedia bertanggung jawab atas masa depan bangsanya,” kata Megawati.

Ia mengingatkan generasi muda bahwa mereka akan memikul tanggung jawab besar dalam menentukan arah Indonesia ke depan. Karena itu, anak muda diharapkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi juga berani mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Generasi muda harus berani mengambil peran, lahirkan gagasan, kreatif, dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Megawati juga meminta generasi muda mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi terapan yang dapat membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Namun, menurut dia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus tetap disertai karakter serta jati diri bangsa yang kuat.

Megawati kemudian mengaitkan peran pemuda saat ini dengan semangat Sumpah Pemuda 1928. Kala itu, para pemuda dari berbagai organisasi memilih bersatu meski Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda.

“Para pemuda tahun 1928 tidak menunggu Indonesia merdeka untuk menjadi satu bangsa. Mereka membangun persatuan agar Indonesia dapat lahir sebagai sebuah bangsa yang merdeka,” tuturnya.