Megawati: Saya Cerewet dan Tak Bisa Dikalahkan, Puan Ketua DPR Perempuan Pertama

11 Agustus 2022 12:44
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP.
 Foto: PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP. Foto: PDIP
ADVERTISEMENT
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berbicara dalam forum Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut di KRI Dewa Ruci, Tanjung Priok, Kamis (11/8).
ADVERTISEMENT
Megawati menyinggung soal hak setara yang harus dimiliki oleh perempuan dan laki-laki. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang lebih progresif dalam menjunjung kesetaraan perempuan, sebab hal itu sudah diatur dalam UUD 1945 sejak awal kemerdekaan hingga saat ini.
"Begitu menjadi NKRI, UUD kita mengatakan setiap warga negara memiliki hak yang sama, tidak ada tulisannya laki-laki atau perempuan, setiap warga negara punya hak yang sama di mata hukum," terang Mega.
Ia pun menyebut, sebagai Ibu, iya juga membesarkan anak-anaknya hingga menjadi orang yang sukses. Salah satunya, imbuh Mega, Puan Maharani yang saat ini menjadi perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Harus sadar, sadar, sadar, sepenuh-penuhnya hak kita adalah sama dengan kaum laki-laki. Saya punya anak-anak perempuan, mulut saya cerewet, jadi seseorang yang tidak bisa dikalahkan. Mba Puan saya menjadi ketua DPR perempuan pertama," ujarnya.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: ADEK BERRY / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: ADEK BERRY / AFP
Presiden kelima RI tersebut juga mengatakan, saat ia menjabat turut memperjuangkan perempuan dengan merealisasikan UU KDRT.
ADVERTISEMENT
"Seperti saya buat UU KDRT, bukan menyombongkan, ini sebuah keperluan RI ini," ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat terutama kaum perempuan harus meningkatkan kesadaran bahwa hak yang dimiliki setara dengan laki-laki dan melihat contoh yang terjadi di Afghanistan saat ini.
"Kebayang nggak kalau, maaf Afghanistan sekarang sudah akan pailit, minta bantuan dari PBB. Apa artinya, anak perempuan nggak boleh sekolah. Kaum perempuan yang hidup di NKRI harus sepenuhnya hak kita sama dengan kaum laki-laki," tandasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·